Home / Juguran / Tidak Perlu Mengerjakan Skripsi, loh!
evereffect.com

Tidak Perlu Mengerjakan Skripsi, loh!

Skripsi merupakan persyaratan wajib untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Setiap mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan skripsinya dan mendapat predikat lulus, mereka dianggap mampu memadukan antara pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, serta menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Sekali lagi, ‘dianggap mampu’ ya. Sebenarnya mampu atau tidak tergantung kualitas kuliahmu atau kecerdikanmu mengolah citra diri (dihadapan dosen penguji). Hihi.

Karena merupakan persyaratan wajib, maka kamu harus mengerjakan skripsi hingga selesai kemudian diuji di hadapan tim dosen penguji. Tidak ada skripsi, tidak ada status Sarjana S1. Ada mahasiswa yang dipusingkan dengan urusan skripsi, ada juga yang seolah santai tapi sebenarnya kepikiran, dan ada juga yang masa bodo. Kalau kamu yang mana?

Sebenarnya, kamu tidak perlu mengerjakan skripi, loh. Seriusan.

Tidak perlu mengerjakan skripsi kalau kamu belum ingin lulus dan tidak ada tuntutan dari orang tua maupun calon pendamping hidup. Untuk apa kamu mengerjakan kalau memang belum ingin lulus? Bingung mengisi waktu luang di semester akhir? Kalau kamu tergolong mahasiswa aktifis ya bisa lah ngisi waktu dengan cara berorganisasi, memantau para junior, berbagai ilmu dengan para junior, sharing bersama para sesama senior, berkumpul bersama junior dan senior.

Waktumu akan lebih bermanfaat ketimbang mengerjakan skripsi tapi belum ingin lulus. Hix. Siapa tahu dengan kumpul-kumpul sama habitatmu, kamu mendapat pencerahan dan punya keinginan untuk lekas lulus. Masyarakat sudah menunggumu. Ceilahhhhh.

Kalau kamu mahasiswa akademisi. Hmmm, jangan dibahas. Sepertinya kamu sudah mempunyai keinginan lulus kuliah tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari 4 tahun. Kerjakan skripsimu. Biar disayang dosen, Mamah, Papah, sama calon pendamping.

Nah, kalau kamu mahasiswa hedonis? Jangan kerjakan skripsimu kalau sekiranya belum ada recana masa depan, mau kerja apa, setelah lulus jadi apa. Hmm. Kalau mau nekad, ya bersiaplah koleksi baju, makeup, dan aksesorismu nggak nambah-nambah.

Ortu nggak masalah kok kalau lulus belum dapet kerjaan masih dikasih uang jajan. It’s ok kalau ortu kamu tajir dan nggak mempermasalahkan. Kamu bakalan tetap kece badai meskipun setelah lulus nganggur. Masih bisa ganti hape keluaran terbaru, traktik pacar makan, bisa shopping, makan di cafe, liburan, dan seabreg aktivitas kekinian.

Selain alasan di atas, kamu juga tidak perlu mengerjakan skripsi kalau tujuan kuliahmu bukan untuk nyari gelar, tapi nyari ilmu. Uluh, mulia dan rendah hati sekali kamu, Nak.

Pernah ketemu mahasiswa yang bilang, kuliah itu bukan nyari gelar, tapi nyari ilmu? Atau malah kamu juga punya ideologi kek gitu? Kalau memang begitu adanya, tidak perlu mengerjakan skripsi, tidak perlu lulus, tidak perlu dapat gelar, jadi penghuni kampus aja sampe merasa ilmunya mantap, atau sampe kamu diusir sama pihak kampus untuk pindah ke kampus lain.

Kalau memang kuliah itu bukan buat nyari gelar tapi nyari ilmu, kayaknya kamu dari awal nggak usah kuliah juga bisa. Nyari ilmu kan nggak harus di bangku perkuliahan, nggak harus di kampus, nggak harus di perpustakaan kampus. Nyari ilmu itu bisa dimana aja, kapan aja.

Nggak perlu jadi mahasiswa juga bisa kali kumpul sama mahasiswa. Main-main sama anak UKM, pinjem buku-bukunya anak aktivis, ngikut kuliah juga bisa kalau kamu punya teman kuliahan. Nyempil aja di pojokan, misal ditanya sama dosen ya jawab aja, “saya saudaranya si ini, Pak.”

Kalau apesnya disuruh keluar dari kelas ya keluar aja. Besoknya datang lagi, kali aja ketemu dosen baik hati atau dosen yang nggak paham sama mahasiswanya. Kan lumayan dapat ilmu ala mahasiswa.

Jadi, skripsi itu tidak perlu dikerjakan kalau kamu punya alasan-alasan kayak di atas tadi. Atau ada alasan lain?

About April

Cuaca pasti berubah. Tapi tetaplah menjadi langit yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *