Apa yang terbersit di benak kamu ketika mendengar kata farmasi? Apakah Apoteker? Obat-obatan? Rumah sakit? Pernah berpikir kalau kuliah di jurusan farmasi kelak pasti jadi apoteker? Eitz, ternyata lulusan jurusan ini tidak hanya jadi apoteker loh.

Nah, bagi kamu yang tertarik untuk mengambil kuliah jurusan farmasi, baca dengan seksama ulasan berikut ini supaya tidak gagal paham yak. Yuk simak.

Apa itu Jurusan Farmasi?

www.metroasahan.com

 

Farmasi berasal dari bahasa latin, “pharmakos” yang artinya sihir atau racun. Wih, agak ngeri yak ternyata artinya. Farmasi adalah bidang studi yang mempelajari cara membuat, meracik, mencampur, memformulasi, mengombinasi, mengidentifikasi, menganalisis, menstandarkan obat dan pengobatan, serta sifat-sifat obat hingga pendistribusian dan penggunaannya secara aman.

Farmasi berhubungan dengan obat-obatan, obat-obatan berhubungan dengan kesehatan manusia, kesehatan manusia berhubungan dengan keselamatan hidup manusia. Jadi, kuliah di jurusan farmasi, kamu secara tidak langsung berkontribusi dalam kesehatan dan keselamatan hidup manusia.

Apa Saja yang Dipelajari?

www.dictio.com

Mata kuliah di jurusan farmasi terdiri dari ilmu kimia (80%), biologi (15%), dan fisika (5%). Ilmu tersebut kemudian dispesifikasikan kedalam beberapa cabang seperti kimia farmasi, fisika farmasi, biofarmasetika, teknologi farmasi, farmakologi, farmasetika, dispensa farmasi, farmasi klinik, biologi farmasi, administrasi farmasi, Farmakologi Dasar dan Toksikologi, Farmakognosi, Analisis Fisikokimia, Fitokimia, Imunologi, Patofisiologi, dan masih banyak lainnya.

Ada berapa bidang yang dipelajadi dalam Jurusan Farmasi?

1. Farmasi Klinik.

Dalam bidang farmasi klinik, kamu akan mempelajari tentang kesehatan dan jenis obat apa yang sesuai dengan kondisi kesehatan seseorang. Bagi kamu yang berniat menjadi apoteker, maka kamu harus mendalami bidang yang satu ini.

2. Farmasi Sains.

Dalam bidang farmasi sains, kamu akan mempelajari proses pengembangan senyawa obat baru, optimasi penggunaan obat baru, sintesis obat, serta analisis terhadap senyawa lainnya. Bagi kamu yang tertarik untuk menjadi peneliti farmasi, maka bidang yang satu ini harus kamu kuasai.

3. Farmasi Industri.

Dalam bidang farmasi industri, kamu akan mempelajari cara membuat dan meracik obat sesuai dosisnya, sehingga aman dan manjur untuk dikonsumsi. Kamu juga akan belajar pemasaran obat hingga penanganan limbah industri obat.

4. Farmasi Obat Tradisional.

Dalam bidang ini, obat tradisional akan dikaji secara empirik. Obat tradisional yang dimaksud yakni obat-obatan yang berasal dari alam.

Prospek Kerja Lulusan Jurusan ini Apa Saja?

www.academicindonesia.com

Jenis penyakit semakin berkembang dan tentunya membutuhkan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, bidang farmasi tidak ada habisnya. Sehingga lulusan jurusan ini memang banyak dibutuhkan di dunia kesehatan. Peluang kerja yang tersedia juga cukup menjanjikan. Bahkan, beberapa mahasiswa terbaik di jurusan ini sebelum lulus sudah mendapat panggilan kerja di perusahaan farmasi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Lulusan jurusan farmasi tidak hanya bekerja di apotek sebagai apoteker, namun bisa juga bekerja di rumah sakit, klinik, laboratorium, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementrian Kesehatan, Departemen Kesehatan, dan tenaga pengajar. Selain itu, bisa juga bekerja di sekotro industri sebagai peracik, pengembang, konsultan dan manajemen mutu obat-obatan. Beberapa sektor industri yang bisa dimasuki yakni Industri obat-obatan, Industri kosmetik, Industri makanan, Bidang jamu dan obat tradisional.

Nah, demikian informasi seputar jurusan farmasi. Jika kamu tertarik, kamu bisa lekas mencari kampus dengan jurusan farmasi yang sudah terakeditasi. Akreditasi sangat penting untuk karir kamu ke depannya. Sekedar informasi, kuliah di jurusan ini memang tergolong mahal. Dalam proses perkuliahannya juga sebagaian besar adalah praktik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here