Zaman sekarang, hampir semua orang punya akun instagram. Bahkan, nggak cuma orang, kucing aja punya loh. Temennya doi punya kucing, dibikinin akun instagram. Ngenesnya, followers kucing sama empunya lebih banyak si mpusss. Nggak tau juga sih ya kalau dibeliin followers.

Namanya dunia maya, tidak sedikit akun-akun instagram palsu yang bertebaran. Mulai dari menebar komentar negatif di akun artis sampai ikutan nimbrung promosi online shop. Sebenarnya, tujuan punya fake account itu buat apa sih?

Berikut ini adalah beberapa tujuan yang memungkinkan:

1. Penipuan

Dua bulan yang lalu, temanku kena tipu jual beli hape di instagram. You know lah, sekarang banyak banget online shop di instagram yang followers dan testimoninya bejibun. Membuat kita para calon pembeli percaya bahwa akun online shop tersebut nyata adanya, no tipu-tipu squad. Mereka (online shop abal-abal) juga mencantumkan kalimat sok bijak pada bionya, semacam “penipuan itu dosa. Kami olshop terpercaya tanpa tipu-tipu.”

Nggak cuma itu, mereka cuma membuat highlight testimoni dari para customer. Intinya, mereka mengemas akun sebaik mungkin agar calon pembeli percaya. Salah satu yang percaya yaitu temanku.

Singkat cerita, dia langsung chat ke nomer yang tertera di bio. Setelah bla-bla-bla, temaku diminta mengirimkan uang sebesar Rp. 600.000, katanya untuk membuka akun mereka. Mungkin kayak semacam member gitu. Temanku nurut aja tjuy. Setelah dia transfer dan kirim buktinya ke mereka, seketika nomer whatsapp dan akun instagram temanku diblokir. Fix, dia sadar kalau dia kena tipu.

2. Menyerang rival dan menularkan kebencian

Tujuan selanjutnya yakni menyerang rival dan menyebarkan kebencian. Aku rasa, hal ini banyak menyerang para artis sebagai public figure. Karena aku follow beberapa artis Indonesia dan smereka pernah membuat story tentang fake account yang meyodorkan komentar pedas. Ya memang, dengan menggunakan fake account, mereka bisa berkomentar seenak jidat.

Dari komentar yang mereka lontarakan, bisa sekaligus menularkan kebencian. Netizen yang tadinya benci jadi tambah benci, yang tadinya nggak benci bisa jadi ikutan benci, dan yang nggak sependapat jadi berdebat dan saling menyerang. Aku tuh jadi bertanya-tanya, apa iya di luar sana ada tim khusus yang membuat dan mengoperasikan fake account untuk menjatuhkan rival, atau malah empunya fake account adalah fake friend-nya orang yang sedang diserang? Miris.

3. Menyalurkan Emosi

Alasan yang memungkinkan selanjutnya yakni meyalurkan emosi. Emosi yang dimaksud bukan marah-marah loh ya. Emosi itu bukan hanya tentang marah. Rasa senang, sedih, galau, itu pun juga emosi. Alasan yang ketiga ini dipakai oleh temanku. Jadi, dia habis putus sama pacarnya dan sampai saat ini belum bisa move on. Padahal si mantan udah punya pacar baru. Hampir setiap ada kesempatan, dia chat aku curhat tentang kegalauannya. Story dia di whatsapp pun isinya galau semua.

Tiba-tiba, di suatu hari yang cerah, dia chat ke aku. Dia bilang akan menjadi anak buah @kutuhati. BTW, @kutuhati adalah akun instagramku yang 99% unggahannya berisi quote patah hati. Katanya, tujuan dia membuat fake account adalah untuk menyalurkan kegalaunnya selama ini melalui kata-kata. Yoshhhh, patah hati seringnya membuat kita jadi pandai berkata-kata, tjuy. Nggak kebanyakan cincong, jadilah fake account miliknya. Isinya ya quote tentang patah hati semua. Nggak berhenti disana, dia kemudian bertanya tentang mode akun bisnis karena sempat melihat story tentang screenshot impresi akun instagramku. Digantilah akunnya dengan mode akun bisnis. Dan, dia kecewa, dikiranya dengan mode tersebut dia bisa tahu siapa saja yang telah mengunjungi akunnya, atau menyimpan unggahannya. Ternyata hanya menunjukkan angka kunjungan saja.

“Yah, kirain bisa tahu siapa yang mengunjungi akun dan siapa yang nyimpen unggahanku. Siapa tau kan mantan gitu, loh.” Begitu ungkapnya. Jadi, disamping menyalurkan emosi, dia berharap sang mantan membaca quote-nya, mengunjungi akunnya, dan kalau perlu menyimpan unggahannya.

Oh iya, sotoynya, aku ikut-ikutan bikin fake account dengan alasan yang sama, untuk menyalurkan emosi. Niatnya, aku mau mengganti image akun @kutuhati dengan kata-kata cinta yang romantis. Lantas, fake account-ku akan diisi dengan quote patah hati. But, hanya bertahan beberapa hari aja. Wkwkw. Repot juga harus mengurusi dua akun.

4. Kepoin Mantan

Sudah putus, terlanjur ngeblokir akun instagram mantan. Suati hari menyesal,”kenapa dulu kublokir ya. Hmmm.” Mau follow lagi tapi gengsi, nggak follow tapi kepo. Apa kabar dia? Udah punya pacar baru belum ya? Hmmm, akhirnya, lahirnya fake account. Satu hal yang harus diperhatikan ketika kamu punya fake account untuk ngepoin mantan, jangan boom like. Nanti dia curiga. Jadi pengamat yang tenang saja. Cukup lihat feed-nya sambil nangis tanpa suara karena dia udah punya pacar baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here