Home / Juguran / Bangsa & Agama / Perhelatan Istilah Pribumi dan Mas Pri

Perhelatan Istilah Pribumi dan Mas Pri


Perhelatan Istilah pribumi dan mas pri

Maraknya penggunaan kata pribumi saat ini di jagad belantara media sosial membuat sebagian orang geram. Dikarenakan mungkin istilah pribumi atau pada saat kolonialisme disebut Inlanders ini terlalu mendiskreditkan RAS.

Entah penggunaannya disengaja sebagai senjata politik atau hanya celetukan belaka dari pidato bapak Anies Baswedan sang Gubernur DKI Jakarta. Kita tak perlu masuk terlalu dalam pada urusan ibu kota itu karena toh kita sendiri bukan hidup disana atau mencari nafkah disana.

Pribumi sendiri sebenarnya memiliki makna penduduk asli, lantas apa yang harus diperdebatkan saat ini? Bukankah kita sama-sama hidup di Bumi? Atau ada manusia yang jatuh dari langit yang kemudian disebut prilangit? Pantas penduduk langit sedang rutin menyerang dengan senjata air karena penduduk prilangit marah karena yang dibahas adalah pribumi. Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Terlepas dari gonjang-ganjing perdebatan antar penduduk bumi, jangan-jangan ada mahluk planet lain yang sedang menunggu kita lengah dan menyerang bumi. Tapi tenang, ketika para mahasiswa masih asik dengan kehidupan mereka yang dikendalikan oleh gadget itu berarti keadaan bumi aman-aman saja walaupun negara api menyerang suatu hari nanti.

Kampus masih ramai dengan hilir mudik mahasiswa makalahisme dengan trend hijab terbaru yang anti air dan anti banjir niscaya negara kita masih biasa saja. Entah pembahasan mengenai pribumi ini substansial atau tidak, minimal ini dapat mendongkrak popularitas bapak Anies Baswedan yang kabarnya juga sedang di promosikan untuk maju di pilpres 2019 nanti. Sebab Jakarta adalah etalasenya Indonesia, wajar apabila penguasa hari ini resah apabila di etalase terdapat sosok yang dapat mengancam kekuasaannya secara politik.

Kita perlu waspada juga jangan sampai politik sholat jenazah dan 7 juta ummat terulang kembali sampai berjilid-jilid layaknya sinetron di televisi yang tidak cukup 7 turunan untuk menonton sampai akhir cerita.

Eh, kembali ke pribumi. Sebenarnya istilah ini sudah tidak layak di perbincangkan di zaman sekarang ini, hanya orang-orang yang masih hidup layaknya zaman batu yang ribut soal ini. Di negara lain setiap harinya memproduksi tekhnologi terbaru, sementara disini kita masih sibuk dengan hal-hal kecil yang di besar-besarkan.

Entahlah, yang jelas jangan sampai label pribumi ini dipakai juga untuk gadget yang kita pakai, jelas tidak ada gadget pribumi dan yang ada hanya gadget aseng. Kapan bangsa ini akan maju jika masih berdebat dengan tema-tema seribu tahun yang lalu? Apakah mereka tidak berfikir kaum jomblo yang akan melakukan ekspansi wilayah karena mereka merasa paling pribumi. Ya salam… Kita ini sudah merdeka 78 tahun yang lalu katanya, kenapa pola pikir kita masih memakai gaya klasikal televisi hitam putih tahun 1800an.

Dalam undang-undang dasar juga nggak ada pasal yang berbunyi untuk pribumi, yang ada hanya prikemanusiaan dan prikeadilan, karena sekarang yang kita butuhkan adalah upaya memanusiakan manusia dan berbuat adil se adil-adilnya bukan sekedar adil pada istri pertama dan kedua..eh..eh…

Mungkin istilah pribumi ini sekarang lebih tepat dipakai untuk mata pelajaran geografi di sekolah dasar sebab pada mata pelajaran geografi kita bisa belajar tentang bumi dan susunannya dan bukan pada pelantikan Gubernur. Terus apa hubungannya antara pribumi dengan Mas pri? Ya memang gak ada hubungannya.

About zulfikar abdulah

Seseorang yang dalam perjalanan mencari sesuatu yang entah apa, entah dimana, dan dimana mana ada

Check Also

Mahasiswa dan Mahalnya Motivasi di ZamanNOW

Menjadi aktifis kampus tidak sama sekali menjamin karirmu kedepan akan cerah. Mungkin itu yang sering …

Panduan Lengkap Menjadi Mahasiswa Baru

Selamat datang mahasiswa baru!!! Sebagai mahasiswa baru kalian harusnya berpikir bagaimana menjadi pribadi yang sebenarnya. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *