Home / Juguran / Pendekar Krimi(nal)
kumparan.com

Pendekar Krimi(nal)

palembang.tribunnews.com

 

Ada-ada saja kelakuan mahasiswa asal Indonesia. Sebut saja Krimi, eks-mahasiswa UI yang sudah DO sejak tahun 2013. Kisah Krimi, pria kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1994, semakin mencuat setelah dia memenangkan anugrah Pelajar Berprestasi tingkat Nasional di Malaysia. Dalam hal ini, dia mewakili Jurusan International & Strategic Studies Universitas Malaya (UM). Krimi menjadi mahasiswa asal Indonesia pertama yang meraih penghargaan tersebut. Sebelumnya, penghargaan tersebut selalu diterima oleh mahasiswa asal Malaysia. Krimi menerima hadiah berupa sertifikat, uang tunai, beasiswa s2, sepeda motor, dan piala menteri.

Krimi dikenal sebagai mahasiswa yang ramah, aktif, dan pintar bicara. Dia terbilang cukup menonjol di kelas. Kecurangannya dimulai saat ujian semester 1. Krimi mengaku lembar jawabannya tidak sengaja terbawa pulang. Dia mengumpulkannya di kemudian hari. Saat diinterogasi oleh pihak Fakultasnya, Krimi yang memang pandai berbicara tetap bersikukuh bahwa dia berkata jujur.

Entah bagaimana ceritanya, kok bisa Fakultas meloloskan dia hingga pada akhirnya di semester kedua Krimi juga kembali melakukan kecurangan akademik. Nampaknya, kata-kata yang keluar dari mulut krimi mengandung magic.

Krimi mencontek dan menipu dengan triknya saat ujian semester 2. Kecurangannya tersebut jelas-jelas terbukti. Lagi-lagi, Krimi tetap bersikukuh dengan argumennya. Dia menjalani proses interogasi dengan tersenyum tenang. Hal yang jarang ditemui ketika seseorang dalam keadaan tertekan dan disudutkan. How very amazing boy!

Karena kecurangannya tersebut, Krimi mendapat nilai F (failed) pada semua mata kuliah di semester 2, dan akhirnya dikeluarkan dari Universitas Indonesia. Secara resmi, namanya di dalam situs Dikti tertulis ‘Drop Out/Putus Studi’ pada semester ganjil tahun 2013.

Krimi layaknya pendekar tangguh yang mencengangkan. Petualangannya tidak terhenti meskipun dia di-DO dari UI. Pada tahun selanjutnya (semester 3), Krimi mengikuti student exchange selama satu semester di salah satu Universitas ternama di Malaysia. Krimi nampaknya ketagihan, dia kemudian apply menjadi mahasiswa di University of Malaya dengan status lulusan UI, bukan sebagai freshman. Dan, Krimi dinyatakan diterima. Krimi tercatat sebagai mahasiswa International Relations and Strategic Studies tahun 2014.

Selanjutnya, Krimi dikabarkan menjuarai kompetisi esai dan dipanggil ke blue house Korea. Masalah kemudian muncul ketika Krimi mengunggah foto dirinya bersama presiden Korea yang ternyata adalah hasil editan menggunakan Photoshop.

Selang beberapa waktu, FEI UI menerima surat permohonan konfirmasi pasca sarjana di Univeritas tersebut. Ternyata Krimi ingin melanjutkan studi S2 di Universitas yang sama pula. Dan kabarnya saat ini Krimi sedang menjalani sidang skripsi untuk menyelesaikan S1. Kenapa surat tersebut dilayangkan ke FEI UI? Karena Krimi dianggap sebagai lulusan UI. Bagaimana bisa? Padahal Krimi sudah DO sejak 2013. Ternyata Krimi melakukan pemalsuan dokumen. Ijazahnya dipenuhi dengan nilai A. Tidak hanya itu, dia juga memalsukan foto wisudanya. Dalam foto tersebut, tampak Krimi memakai toga dan didampingi oleh orang tuanya.

berita.dreamers.id

 

Sebuah fakta kemudian terungkap bahwa dalam skripsi yang dibuat Krimi ada cara tidak benar yang dilakukannya. Krimi menggunakan nama dosen Univeristy of Malaya untuk mempermudah jalan bertemu dengan narasumbernya risetnya. Pencantuman nama dosen tersebut terungkap pada selasa (21/11).

Saat ini kecurangan Krimi sedang diproses oleh dekan, dosen, dan para jajarannya di University of Malaya. Usai investigasi, nasib Krimi akan segera ditentukan. (Kumparan, 25/11/2017)

Universitas sekelas UM saja bisa kecolongan oleh mahasiswa asal Indonesia, bagaimana dengan Univeritas-universitas di Indonesia ya? Adakah yang kecolongan juga? Barangkali banyak, tapi karena mahasiswanya belum mendapatkan penghargaan seperi Krimi, jadi, belum mencuat kasusnya.

Lalu, apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh Universitas di Indonesia setelah adanya kasus ini? Barangkali mereka akan semakin waspada memonitori mahasiswanya, terutama pada biro kemahasiswaan. Sudah biasa bukan? Setelah muncul kasus barulah diadakan perbaikan.

About April

Cuaca pasti berubah. Tapi tetaplah menjadi langit yang sama.

Check Also

Harapan BI Usai Gelar GenBI Leadership Camp 2017

Dilansir dari replubika.co.id. Bank Indonesia (BI) mengajak mahasiswa penerima beasiswa BI yang tergabung dalam Generasi …

Berlibur Bersama Keluarga di Batur Agung Waterpark

Batur Agung Waterpark merupakan wana wisata yang cocok untuk menikmati waktu libur kamu bersama keluarga. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *