Salam hormat untuk Bapak Presiden.

Saya doakan semoga Bapak diluaskan kesabarannya. Usai kejadian ‘kartu kuning’ yang dilakukan oleh Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa, berbagai berita bermunculan, mulai dari yang pro, kontra, hingga kocak. Diantaranya yaitu:

Hadiri Dies Natalis UI, Jokowi Diacungi Kartu Kuning (tempo.co)

Mahasiswa Acungkan Kartu Kuning ke Jokowi, Ini Kata Menteri Nasir (tempo.co)

Ketua BEM Kartu Kuning Jokowi, UI: Itu Mencoreng Muka Sendiri (news.detik.com)

Kartu Kuning Ketua BEM UI ke Jokowi Bukan Suatu Penghinaan (nasional.sindonews.com)

Jokowi Dikartu Kuning Ketua BEM UI, Menristek: Itu Warna Kampusnya (news.detik.com)

Ketua BEM UI Diberi Umrah dan Beasiswa Karena Berani Beri Kartu Kuning Jokowi, Responnya Bikin Salut (style.tribunnews.com)

Terkait Ketua BEM UI Beri Buku Kuning ke Jokowi, Muncul 5 Meme ‘Kartu Kuning’ Kocak dan Menohok Banget. (style.tribunnews.com)

Itulah beberapa judul berita tentang kejadian ‘kartu kuning’. Tidak hanya perusahaan berita saja yang sibuk meliputnya. Kaesang juga tidak mau ketinggalan. Dia mengunggah sebuah foto di akun instagramnya.

Foto tersebut merupakan foto seorang wasit yang mengacungkan kartu kuning kepada seorang pemain bola. Wajah wasit diganti dengan wajah Kaesang, sementara wajah pemain sepak bola diganti dengan wajah Gibran. Ada berita beredar bahwa aksi Kaesang merupakan balasan untuk ketua BEM UI. Entah apa sebenarnya maksud dari Kaesang mengunggah foto tersebut. Seperti yang kita tahu, gerak-gerik putra bungsu Bapak Presiden ini memang seringkali mengundang cuitan para netizen.

Kembali ke ‘kartu kuning’ untuk Presiden Jokowi. Aksi ketua BEM UI mendapatkan tanggapan positif salah satunya dari Azzam M Izzulhaq, pendiri AMI Group dan AMI Foundation yang menawarkan umrah kepada Zaadit. Melalui akun twitternya, @AzzamIzzulhaq, Azzam menuliskan:

Besok (3/2), insya Allah saya bersilaturrahim dengan Ketua Umum BEM Universitas Indonesia, Zaadit Taqwa.

Saya akan menyampaikan undangan beribadah Umroh kepadanya sebagai apresiasi @AMIFoundation_ kepada mahasiswa pejuang, calon pemimpin bangsa dan negara Indonesia.

Meskipun Zaadit menolak secara halus dengan alasan masih banyak urusan yang lebih penting di BEM, namun AMI Foundation tetap bersikukuh akan memberikan apresiasi lainnya, yaitu beasiswa terbaik di Jerman dan Turkey untuk Zaadit. Emh, saya tidak bisa membayangkan kalau Zaadit ambil hadiah umrahnya. Bisa-bisa dia dikroyok netizen dan dianggap memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Dalam aksi ‘kartu kuning’, ketua BEM UI memberikan tiga tuntutan kepada Jokowi, yakni pertama terkait penanganan gizi buruk di Papua agar cepat diselesaikan, mengingat sudah banyak memakan korban, kedua terkait Plt atau penjabat gubernur yang berasal dari Polri/ Perwira Tinggi TNI, dan yang ketiga tentang perubahan undang-undang Ormawa yang dinilai telah membatasi ruang gerak mahasiswa.

Dari ketiga tuntutan tersebut, sejauh pengamatan tim kampusked.com, baru ada satu yang mendapat tanggapan, yakni terkait penanganan gizi buruk di Kabupaten Asmat. Seperti yang ditulisan oleh beberapa sumber berita ternama, Jokowi mengatakan akan membawa ketua BEM UI ke Asmat

“Mungkin nanti, mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI,” kata Jokowi usai menghadiri Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, Situbundo, Jawa Timur. (Antara, Sabtu, 3/2)

Pengiriman mahasiswa dianggap perlu agar mereka melihat secara langung kondisi di lapangan dan problem-problem besar yang ada di sana. Sehingga mereka mengetahui beratnya mengatasi gizi buruk di Papua.

Tuh Mas, Zaadit Taqwa, menangani gizi buruk di Papua itu berat. Nggak percaya? Ikutan saja ke Papua. Gratis kok kalau sama Bapak Jokowi mah. Hix.

Sekali lagi untuk Bapak Jokowi, semoga diluaskan kesabarannya. Sebagai Presiden, sudah barang tentu menjadi sorotan warga negaranya. Kemarin, jadi iman sholat saja dipermasalahkankan. Repotnya menjadi orang nomer satu di Indonesia ya, Pak. Makanya saya tidak mau, mending jadi orang nomer satu di hati dia, Pak.

Eh, ada lagi ding, Pak. Itu dua tuntutannya Mas Zaadit belum direspon. Nanti kalau nggak direspon-respon tambah muncul Zaadit-Zaadit lainnya loh. Kan nggak cuma Bapak yang repot, AMI Foundation juga repot. Hix.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here