Home / NgeTrip / Destinasi / Museum Wayang Banyumas, Surganya Wayang
www.panoramio.com

Museum Wayang Banyumas, Surganya Wayang

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. Salah satunya adalah wayang. Budaya tak benda ini sudah diakui oleh UNESCO. Kamu pasti sudah pernah melihat wayang yak? Baik secara langsung maupun melalui media. Nah, buat kamu yang ingin melihat wayang secara langsung sekaligus belajar tentang seluk beluknya, datang aja ke Museum Wayang Banyumas yang terletak di komplek pusat pemerintahan lama Kabupaten Banyumas.

Museum dengan luas bangunan 250 meter persegi dan bergaya limasan ini diresmikan pada tanggal 31 Desember 1983 oleh Bupati Banyumas pada masa itu dan Badan Sekretariat Pewayangan Indonesia. Bangunan tersebut dulunya merupakan Paseban yang berfungsi sebagai tempat persiapan tamu-tamu untuk menghadap Bupati.

widhibbkarno.blogspot.com

 

Begitu sampai di depan museum, kamu akan melihat tulisan Museum Wayang  Banyumas pada dinding depan bangunan. Di sebelah kanan tulisan terdapat gunungan dan di sebelah kanan terdapat sosok Bawor. Sosok tersebut dipercaya sebagai representasi dari karakter masyarakat Banyumas, yakni spontan, ceplas-ceplos, jujur, terbuka, sportif dan bertanggung jawab. Sebagai bukti kalau kamu pernah berkunjung ke museum ini, nggak ada salahnya berfoto di depan tulisan tersebut.

Berlanjut ke dalam museum, kamu akan menemukan koleksi wayang yang beragam. Apa aja yah? Yuk intip.

wayang.wordpress.com

Pertama, ada Wayang Kulit Gagrag Cirebon. Wayang ini merupakan wayang yang berkembang seiring dengan masuknya Islam. Orang pertama yang memainkan wayang ini adalah Sunan Kalijaga, diiringi dengan gamelan sekaten. Tokoh punakawan dari jenis wayang ini berjumlah sembilan, seperti halnya wali songo. Tokoh tersebut yakni Semar, Dawala, Bagong, Bagal Buntung, Gareng, Cungkring, Curis, Bitarota, dan Ceblok.

dwipositif.blogspot.com

 

Kedua, ada Wayang Suluh. Disebut wayang suluh karena kegunaan wayang ini adalah untuk memberikan penerangan, penyuluhan, dan membangkitkan perjuangan pada masa awal revolusi. Wayang Suluh dibuat oleh Jawatan Penerangan RI pada tahun 1974. Wayang ini merupakan bentuk pengembangan dari wayang Wahana karya RM Soetarto Hardjowahono dari Solo yang dibuat pada tahun 1920.

waekoy.wordpress.com

 

Ketiga, ada Wayang Suket. Sesuai namanya, wayang ini terbuat dari rumput kasuran, sejenis ilalang. Tidak sembarangan rumput bisa dijadikan bahan untuk membuat wayang ini. Rumput yang digunakan yaitu rumput di kecamatan Rembang, Purbalingga, yang dipetik pada bulan Sura. Keberadaan wayang Suket sudah ada sejak abad XV, semakin dikenal masyarakat luas setelah dipopulerkan oleh Ki Slamet Gundono.

edysustwantobudayabanyumas.blogspot.com

 

Keempat, ada wayang Golek Menak, atau Wayang Thengul. Wayang ini terbuat dari kayu dan menceritakan tentang perjuangan Islam pada masa Nabi dan kisah-kisah Timur Tengah. Orang yang pertama kali membuat wayang ini adalah Ki Trunadipura, dalang pada masa Mangkunegara VII (1916 – 1944), berasal dari Baturetna, Wonogiri, Solo.

Dan masih banyak jenis wayang lainnya. Emh, selain wayang ada apa lagi yah di museum ini? Meskipun namanya Museum Wayang, namun di tempat ini juga terdapat benda-benda warisan budaya lainnya seperti gunungan aksara jawa yang diapit ole Gareng, Petruk, Semar, dan Bawor.

Selain itu, di museum ini kamu juga bisa menemukan lukisan bangunan lama yang memiliki nilai sejarah bagi Banyumas, antara lain Pendopo Si Panji tahun 1925, Alun-alun dan Pendopo Si Panji ketika dipindahkan ke Purwokerto pada 1937, Gedung Karesidenan Banyumas yang dibangun pada tahun 1843, Gedung Perpoestakaan Rakyat Banyumas tahun 1925, Gedung Kantor Pos Banyumas tahun 1925, dan sekolah zaman Belanda yang sekarang menjadi gedung SMK Negeri 3 Banyumas.

Bagi kamu yang penasaran dengan sejarah Banyumas, bisa banget membaca buku Babad Banyumas yang tersedia di sana. Eh, belum habis ternyata geng koleksi di museum Wayang Sendhangmas ini, masih ada seperangkat gamelan dan alat musik tradisional Banyumas yang disebut Calung.

Gimana geng? Tertarik untuk berkunjung ke Museum yang satu ini? Yuk ah, kids zaman now mainnya jangan di Mall melulu. Sempatkan berkunjung ke tempat-tempat bersejarah untuk belajar budaya Indonesia, oke? Sekian geng, salam budaya.

About April

Cuaca pasti berubah. Tapi tetaplah menjadi langit yang sama.

Check Also

Tipe Mahasiswi Dilihat Dari Pilihan Detergen (Edisi 2)

Setelah beberapa waktu lalu sempat disinggung tipe-tipe mahasiswi dilihat dari pilihan detergen, pada kesempatan kali …

Kisah Odol dan Pepsodent; yang Pertama Belum Tentu Jadi yang Terakhir

Selama berpuasa, mulut cenderung mudah bau. Hal tersebut tentu membuat kita tidak percaya diri, walaupun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *