Home / NgeTrip / Museum Jenderal Soedirman; Riwayat dan Sejarah Perjuangan Jenderal Soedirman
dinporabudpar.banyumaskab.go.id

Museum Jenderal Soedirman; Riwayat dan Sejarah Perjuangan Jenderal Soedirman

Banyumas, Kota Satria, tidak hanya dikenal dengan makanan khasnya yakni mendoan, soto, gethuk goreng, nopia, dan lainnya. Tapi juga menyimpan banyak potongan sejarah masa penjajahan. Salah satunya perjuangan Jenderal Soedirman yang berhasil mengambil alih kekuasaan Jepang di Banyumas dengan strategi yang cerdik, yakni perang gerilya. Untuk mengenang jasanya, dibangunlah monumen sekaligus museum Jenderal Soedirman yang terletak di sebelah timur sungai Logawa, tepatnya di Jalan Dr. Soeparno, No. 24, Purwokerto, Jawa Tengah.

Jika kamu sedang berada di Purwokerto, jangan lupa mengunjunginya. Museum dibuka setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.30 WIB. Harga tiketnya sangat terjangkau, yakni Rp. 3.000 per orang.

pariwisatabanyumas.16mb.com

 

Seperti namanya, museum ini tentu khusus menceritakan tentang sejarah dan perjuangan Jenderal Soedirman. Terdapat dua lantai yang bisa kamu kunjungi. Pada awalnya lantai pertama menyuguhkan cerita sejarah menggunakan foto-foto. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, foto tersebut diganti mengguakan diaorama agar pengunjung lebih bisa terbayangkan bagaimana sejarah itu terjadi.

Diorama tersebut yang menceritakan tentang riwayat hidup dan sejarah perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman ketika merebut kembali Yogyakarta sebagai Ibu Kota Indonesia pada saat itu dari kekuasaan Kolonial Belanda. Diorama juga dilengkapi dengan tulisan yang mewakili isi dari diorama. Jadi, pengunjung tidak perlu menebak-nebak kejadian apa yang sedang digambarkan. Diorama yang disuguhkan diurutkan berdasarkan waktu kejadian. Urutannya dari pintu masuk selatan ke arah kiri searah jarum jam.

www.ngangsukawruh.com

 

Selain membaca sejarah lewat diorama, pengunjung juga bisa melihat senjata dan peralatan yang digunakan oleh Jenderal Soedirman ketika bergerilya melawan Kolonial Belanda. Tidak hanya itu, tandu legendaris yang digunakan Beliau untuk memimpin perang saat sedang sakit juga bisa pengunjung lihat di lantai pertama.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap terkait museum dan sejarah Jenderal Soedirman, pengunjung bisa mencarinya di komputer museum atau membaca buku yang disediakan oleh pihak pengelola.

www.museumindonesia.com

 

Beranjak ke lantai kedua, pengunjung bisa melihat relief Perang Kemerdekaan Indonesia tahun 1945 dan Patung Jenderal Soedirman yang duduk di atas kuda. Patung tersebut terbuat dari perunggu. Beratnya mencapai 5,5 ton dan memiliki tinggi hingga 4,5. Di belakang patung terdapat lambang Negara Indonesia. Dari lantai dua pengunjung juga bisa menyaksikan pemandangan sungai logawa.

Museum yang berada di tengah-tengah hijaunya rerumputan dan rindangnya pepohonan ini menjadi tempat yang cocok untuk kamu berwisata sejarah, baik bersama teman maupun keluarga. Selain sebagai tempat wisata pendidikan dan sejarah, ternyata di lokasi museum juga digelar lomba burung berkicau yang digelar setiap bulan pada minggu keempat. Bagi kamu yang hobi memelihara burung, bisa mengikuti lomba tersebut. Atau bisa juga sekedar ikut menyaksikan aksi dari para burung yang menggemaskan.

Agenda rutinan ini dimaksudkan untuk menarik pengunjung, mengingat objek wisata sejarah memang akhir-akhir ini jarang diminati oleh masyarakat. Mereka lebih memilih berkunjung ke objek wisata yang kekinian. Mereka lebih mengedepankan trend, yang terpenting bisa berfoto di tempat yang instagrammble agar terlihat hitz. Gagahnya patung Jenderal Soedirman dan benda-benda yang ada di museum Jenderal Soedirman seolah tinggal benda bersejarah yang jarang sekali dijamah.

Padahal banyak pelajaran berharga yang bisa diambil jika kamu berkunjung ke sana. Untuk terlihat hitz saja kamu mau merogoh kocek dalam-dalam, masa untuk belajar sejarah hanya dengan uang Rp. 3.000 saja tidak mau? Sebagai generasi yang lahir dari sejarah, jangan sampai melupakan sejarah. Untuk itu, yuk berkunjung ke museum Jenderal Soedirman.

About April

Cuaca pasti berubah. Tapi tetaplah menjadi langit yang sama.

Check Also

Tipe Mahasiswi Dilihat Dari Pilihan Detergen (Edisi 2)

Setelah beberapa waktu lalu sempat disinggung tipe-tipe mahasiswi dilihat dari pilihan detergen, pada kesempatan kali …

Kisah Odol dan Pepsodent; yang Pertama Belum Tentu Jadi yang Terakhir

Selama berpuasa, mulut cenderung mudah bau. Hal tersebut tentu membuat kita tidak percaya diri, walaupun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *