Home / Juguran / Minum Menggunakan Sedotan, Esensinya Apa?
divertone.com

Minum Menggunakan Sedotan, Esensinya Apa?

Apakah kamu termasuk spesies manusia sehat yang minum menunggunakan sedotan plastik? Jika iya, kamu adalah orang terlemah di dunia ini. Pasalnya, kamu sebenarnya bisa meneguk minuman secara langsung menggunakan bibir, tapi memilih menyedot air melalui pipa plastik warna-warni yang beberapa diantaranya bisa dibengkokkan. Sebenarnya, minum menggunakan sedotan itu esensinya apa sih?

Limbah Sedotan Plastik dan Langkah yang Diambil oleh Beberapa Pihak

tribunnews.com

 

Sebelum kita membicarakan apa esensi minum menggunakan sedotan, mari kita tengok kisah sedotan di penjuru dunia. Dilansir dari berbagai sumber, yakni menurut Eco-Cycle, sebuah organisasi daur ulang nonprofit, setiap harinya lebih dari 500 juta sedotan plastik sekali pakai digunakan di Amerika Serikat. Stacrbuck, sebagai salah satu merek gerai kopi terkenal di dunia, mengumumkan bahwa mulai tahun 2020, mereka akan berhenti menggunakan sedotan plastik di seluruh gerainya. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan gerakan ramah lingkungan. Karena sebagaimna kita tahu, bahwa sedotan plastik menjadi salah satu limbah yang tidak bisa terurai sehingga mencemari lingkungan.

Sebagai brand ternama yang pelanggannya bukan hitungan jari lagi, keputusan Starback untuk berhenti menggunakan sedotan plastik di 28 ribu gerainya di seluruh dunia tentu memberikan dampak yang baik. Setidaknya, limbah sedotan plastik akan berkurang sekitar 1 miliar per tahun.

Sebagai alternatifnya, Starbuck akan mengubah bentuk kemasan minuman menjadi strawless lid atau sippy cup. Dengan demikain, para penonton, eh para pelanggan bisa dengan mudah minum langsung dari gelas yang diberi lubang pada bagian tutupnya.

Sebelum Starbuck memutuskan untuk berhenti menggunakan sedotan plastik, Seattle Public Utilities mengklaim bahwa negara bagiannya merupakan yang pertama memberlakukan larangan penggunaan sedotan plastik di Amerika, yakni pada tahun 2008 silam. Setidaknya, 5 ribu restoran di Seattle harus beralih ke piranti makan ramah lingkungan, yakni yang bisa didaur ulang. Jadi, ketika kamu pergi ke Seattle, jangan harap deh bisa ketemu sama sedotan plastik.

Dilansir dari berbagai sumber, setelah Seattle, New York dan San Francisco dikabarkan sedang mempertimbangkan kebijakan serupa.

Sedotan Plastik di Indonesia

trubus.id

 

Lalu, apa kabar dengan Indonesia? Dilansir dari berbagai sumber, di Indonesia, penggunaan sedotan plastik mencapai 93.244.847 batang per hari. Jika sedotan tersebut dibariskan, panjangnya mencapai 16.784 km atau setara dengan jarak Jakarta-Meksiko City. Jika jumlah sedotan selama sepekan dibariskan, maka panjangnya mencapai 117,449 km atau setara dengan tiga keliling bumi. Jumlah yang fantastis dan jika dibiarkan dan tidak dikendalikan, maka kelestarian bumi Nusantara bahkan dunia akan terancam.

Bahaya Sedotan Plastik

divertone.com

 

Selain mengancam kelestarian bumi, penggunaan sedotan plastik juga berbahaya bagi kesehatan karena sedotan terbuat dari senyawa polietilen dan bahan kimia berbahaya yang apabila masuk ke dalam tubuh maka dapat menimbulkan penyakit. Sebagian besar sedotan plastik juga mengandung plastik berbasis minyak bumi yakni polypropylene dan Bisphenol A (BPA). Senyawa tersebut mudah membasahi bahan kimia dalam cairan, terlebih jika digunakan untuk meminum minuman panas. Senyawa berbahaya tersebut dapat menyebabkan obesitas, bahkan kanker.

Tidak hanya itu, sering minum menggunakan sedotan plastik juga dapat menyebabkan gas. Pernyataan ini belum jelas terkait bagaimana gas tersebut bisa terjadi. Tapi kemungkinannya adalah karena udara udara yang terhirup lewat sedotan langsung masuk ke lambung. Bahaya lain dari penggunaan sedotan plastik jangka panjang juga ternyata menyerang kesehatan gigi. Gigi akan mudah berlubang karena ketika minum menggunakana sedotan, terutama minuman manis yang mengandung gula, cairan gula tersebut akan terpapar ke satu daerah gigi. Lebih parahnya, gigi bisa mengalami pembusukan.

Apa Esensi Minum Menggunakan Sedotan Plastik?

lifestylesindonews.com

 

Meskipun minum menggunakan sedotan dinilai lebih praktis, ternyata banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan, mulai dari menumpuknya limbah sedotan plastik hingga menimbulkan masalah kesehatan. Lantas, apa sih esensi minum menggunakan sedotan plastik?

Sebenarnya, pengunaan sedotan plastik untuk minum tidak terlalu penting. Kenapa? Seperti yang telah disebutkan sedikit di atas, bahwa sebagai manusia sehat, kita bisa meneguk air secara langsung dari gelas maupun botol tanpa harus memakai sedotan.

Lagi pula, apakah kalau minum menggunakan sedotan plastik lantas rasa minumannya berubah menjadi lebih enak? Bukankah lebih puas meneguk minuman secara langsung karena aliran airnya lebih deras dan lebih cepat melegakan dahaga?

Kalau sekadar karena praktis, sudikah kiranya kita memilih praktis ketimbang kesehatan diri sendiri, keluarga, dan orang tersayang serta kelestarian bumi? Baik, mengurangi penggunakan sedotan plastik memang bukan satu-satunya cara untuk mengurangi sampah plastik, karena masih banyak piranti lain yang terbuat dari plastik, contohnya kantong plastik. Tapi, setidaknya sebagai individu yang waras, mulailah dari diri sendiri untuk berkomitmen tidak menggunakan sedotan plastik untuk minum.

Hal tersebut mungkin agak berat bagi kaum pengguna lipstik. Pasalnya, minum menggunakan sedotan tidak hanya dinilai praktis tapi juga menjaga ketahanan lipstik. Bibir tidak perlu bersentuhan langsung dengan bibir gelas, sehingga warna lipstik tidak tertinggal di gelas dan lipstik tidak luntur terkena air.

Tapi menurut saya, sebagai orang yang kadang pakai lipstik kadang tidak, lebih baik touch up berkali-kali daripada harus minum menggunakan sedotan plastik. Atau, gunakan lipstik yang ketahanannya bagus (kalau ini harganya pasti wow cyinnnn). Alternatif lain, kamu bisa menggunakan liptatto. Hati-hati terhadap lipstik palsu. Terlepas dari bahaya sedotan plastik, eh malah terjerat bahaya lipstik. Kan kasian.

Lanjut, dalam sebuah acara resmi, biasanya pembicara akan disuguhi air mineral botol dan disediakan pula sedotan. Saat masih mahasiswa dan menjadi panitia sebuah acara, saya pernah ditegur karena lupa menyediakan sedotan untuk pembicara. Katanya, tidak sopan. Sebagaimana pandangan kita selama ini, minum secara langsung dari mulut botol tanpa menggunakan sedotan dinilai tidak etis. Oleh karena itu, lebih baik mengganti air mineral botol dengan segelas air. Meskipun sedikit ribet, tapi lebih menyehatkan dan tetap sopan.

So, mari mengurangi penggunaan sedotan plastik mulai dari diri sendiri. Jika kamu adalah konsumen, tidak perlu gunakan sedotan plastik yang disediakan oleh pihak rumah makan ataupun sejenisnya. Jika kamu adalah pengusaha kuliner, sebaiknya hentikan penyediaan sedotan plastik. Beri pemahaman kepada konsumen, misalnya melalui poster maupun secara lisan.

About April

Cuaca pasti berubah. Tapi tetaplah menjadi langit yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *