Home / Live Style / Mendidik Anak, Sesuaikan Kadar Untuk Memuji Dan Memarahinya, Jika Tidak Bisa Fatal

Mendidik Anak, Sesuaikan Kadar Untuk Memuji Dan Memarahinya, Jika Tidak Bisa Fatal

Seorang anak yang baik, patuh kepada orang tua serta memiliki prestasi yang baik pasti adalah idaman semua orang tua. Untuk mewujudkan hal yang demikian bukalah perkara yang mudah.

Anak adalah manusia yang sedang berkembang untuk mengetahui dunia dengan tujuan agar survival dan melanjutkan keturunan selanjutnya. Sebagai penjaga eksistensi manusia untuk melanjutkan kepemimpinan di bumi.

Sepertinya belum ada teori yang mampu menjelaskan struktur manusia secara utuh, terlebih sktuktur mental. Maka dari itu pola pendidikan orang tua untuk anak memiliki banyak farian dengan tujuan anak menjadi idaman sang orang tua.

Poin berikut biasanya banyak dilupakan orang tua. Memuji anak penting, memarahinya pun perlu. Sesuaikan kadarnya agar anak berkembang dengan baik dan memiliki mental yang kuat. Sudahkah mempertimbangkan poin berikut dalam mendidik anak?

Pujilah dia, pujian adalah motivasi yang membangun. Anda orang yang selalu peduli dengannya, sampaikan dalam pujian

Mendidik Anak, Sesuaikan Kadar Untuk Memuji Dan Memarahinya, Jika Tidak Bisa Fatal
Kami bisa berjalan berkat dukungan kalian ayah dan ibu via cumicumi.com

Ketika masih kecil anak, anak belajar untuk berjalan, ingatkah berapa kali sang buah hati terjatuh? terjatuh berarti dia gagal dalam berjalan, namun orang tua tak pernah memarahinya, selalu menyanjungnya dengan pujian dan limpahan kasih sayang. Dengan pujian itu anak sukses berjalan dengan baik

Ketika belajar makan sediri, anak berapa kali gagal untuk makan dengan baik? berapa kali dia menumpahkan makanannya, pernakah anda memarahinya? saya yakin tidak, dan dengan pujian yang anda berikan anak anda sukses makan dengan mandiri.

Dia belajar dengan kasih sayang lewat pujian dan kecupan sayang anda di pipinya sehingga berapa kalipun terjatuh dan menumpahkan makanan dia tak pernah takut untuk mengulanginya, karena anak mengerti bahwa anda sebagai orang tuanya selalu mendukungnya.

Anak sukses dalam belajarnya ketika masih kecil berkat anda, orang tua yang baik.

Ketika dewasa, anda memarahinya jika dia gagal dalam ujian, berkelahi dengan temannya dan pulang sore

Mendidik Anak, Sesuaikan Kadar Untuk Memuji Dan Memarahinya, Jika Tidak Bisa Fatal
Jangan marahi aku, aku butuh bimbingan bu… via baymonttampa.com

Ternyata kasih sayang anda lama-kelamaan semakin terkikis. Ketika dia makin dewasa, anda mulai rajin memarahinya. jika nilainya jeblog dia mendapatkan marahan, ketiak pulang sore pun dimarahi, ketika berkelahi dimarahi juga, yang lebih parah anda memarahinya tanpa memberikan kesempatan kenapa dia gagal ujian, kenapa pulang sore, dan kenapa berkelahi.

Jangan-jangan dia gagal ujian karena anda tak pernah memperhatikanya dan mengakarinya belajar. Ingatkah kapan anda bertanya demikian kepada anak anda?

Andi, gimana tadi sekolahnya? belajar apa saja?

Andi, bagaimana sekolahmu? temanmu ga nakal kan?

Andi, makan dulu dana, terus ceritakan apa yang terjadi di sekolah tadi? ibu/ayah ingin tahu, siapa tau kamu ada masalah.

Jangan-jangan dia berkelahi karena temannya mengejeknya, atau bahkan mengejek orang tuanya sehingga perlu membalas untuk nama baik anda, ingat berkelahi pasti ada sebabnya, tanyakanlah.

Jangan-jangan dia pulang sore karena membantu temannya yang sedang kesusahan, ata bahkan dia kesasar karena salah naik bus.

Jangan sedikit-sedikit memarahinya, ajaklah berbicara dari hati ke hati dan terbukalah agar buah hati pun jujur serta nyaman curhat dengan anda. Jika ternyata dia salah anda boleh memarahinya, jika memang dia benar pujilah dia, jika dia benar namun menggunakan cara yang salah maka kasih pengertian agar mengambil langkah yang benar.

Terlalu memanjanya dengan kasih sayang akan membuatnya cengeng, terlalu banyak memarahinya akan membuat dia keras, lebih parah jadi broken home

Ketika dia menginjak dunia kerja, dukunglah dia sepenuh hati dan biarkan dia beraktualisasi sesuai apa yang di inginkan

Mendidik Anak, Sesuaikan Kadar Untuk Memuji Dan Memarahinya, Jika Tidak Bisa Fatal
Ibu dan ayah selalu mendukungmu nak, dan ada untukmu via opchitmes.com

Harapan semua orang tua pasti kesuksesan anaknya, baik dalam finansial maupun religiusnya. Namun masih banyak orang tua yang melihat pekerjaan dalah dia yang berangkat pukul 7 pagi dengan memakai kemeja di kantor dan pulang pukul 4 sore. ketika demikian baru dinamakan kerja yang sebenarnya.

Dunia sudah berbeda, hari ini mungkin anak anda memiliki bakat yang lain yang bisa sukses dengan waktu yang bebas, seperti menjadi blogger, fotografer, penulis, merka tak berangkat pagi, tak berkemeja, dan tak pulang jam 4 sore, namun mereka bisa sukses di bidang ini.

Dukunglah dia, mungkin dengan kata-kata demikian :

Nak, berjuanglah untuk masa depanmu, ayah dan ibu selalu mendukungmu, jika kau ada kesuliatan ceritakan kepada kami, siapa tau kami bisa membantu.

Nak, Jika kau kerja, jadilah orang yang mencintai pekerjaanmu, jika nanti hasilnya tak keliahatan hari ini, dan kau kesulitan untuk hidup, rumah ini selalu menjadi rumahmu, jangan takut nak,

Jadilah orang pertama yang mendukung anakmu, dan juga orang pertama yang menegurnya jika dia salah. Orang tua adalah panutan, contoh, teman dia bercerita, dan tempat dia berkeluh kesah.

Jika anda bisa menyeimbangkan antara memarahi dan memujinya, maka anda akan menjadi orang yang memiliki anak yang luar bisa, dengan aktualisasi yang sempurna.

About Zaen D. Ach

Penikmat Kopi Hitam Dan Mendoan Anget Banyumasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *