Fenomena mahasiswa ngekos memang sudah lazim dijumpai. Biasanya, mereka berasal dari luar daerah atau masih satu daerah tapi terbilang lumayan jauh untuk pulang-pergi. Memilih tempat kos menjadi hal sederhana yang terkadang juga rumit, terutama bagi seorang mahasiswi.

Banyak sekali pertimbangan yang tidak bisa diputuskan hanya satu dua jam, bahkan bisa membutuhkan waktu berhari-hari hingga berbulan-bulan. Pindah dari kos satu ke kos lain pun mereka lakukan dalam rangka menemukan kosan yang tepat.

Sebelum kamu beranjak mencari tempat kos, ada baiknya membaca tips berikut ini agar kelak tidak salah pilih. Sungguh, salah pilih itu menyakitkan.

Pertama, jika kamu tidak mempunyai kendaraan pribadi dan tidak ada teman yang sanggup setia berangkat dan pulang kuliah bareng, usahakan pilih kos yang dekat dari kampus. Memang biasanya biaya bulanannya lebih mahal. Tidak masalah, dari pada kamu memilih kosan yang jauh dan murah tapi setiap harinya harus mengeluarkan ongkos untuk naik angkot. Sama saja mahal kan jatohnya? Nah, jika kamu mempunyai kendaraan pribadi, tidak masalah memilih kosan yang lumayan jauh dari kampus.

Kedua, pastikan Ibu kos tidak rewel. Ibu kos, hmmm, ibu yang satu ini memang kadang rewel. Bahkan kerewelanya sering digambarkan dalam sinetron atau FTV. Ya walaupun pada kenyataannya ada juga Bapak kos yang rewel (read;genit) atau anak Ibu Bapak kos yang rewel. Untuk menghindari Ibu kos yang rewel, kamu bisa memilih kos yang terpisah dari rumah Ibu Kos. Dengan demikian, kamu tidak setiap waktu bertemu dengannya dan menghadapi kerewelannya yang kadang membuat gendang telinga hampir pecah. Percayalah, memiliki Ibu Kos yang rewel 99% akan membuat kamu tidak betah dan tidak konsentrasi mengerjakan tugas.

Ketiga, pastikan kos yang kamu pilih dekat dengan pusat penjual kebutuhan sehari hari, misalnya warung rames, toko swalayan, dan konter. Hal ini penting agar kamu mudah membeli makanan, peralatan mandi, kuota dan pulsa. Oh iya, satu lagi, tempat fotokopian. Ini juga penting agar tugas-tugas perkuliahanmu di-print tepat waktu.

Bisa dibayangkan jika kos kamu jauh dari warung rames, frekuensi kelaparanmu akan semakin menjadi-jadi. Zaman sekarang memang bisa saja pesan makanan dengan cara DO. Tapi masa iya setiap hari DO? Eh, tapi kalau jatah bulananmu banyak, tidak masalah, sih. Bisa dibayangkan kalau kos kamu jauh dari konter. Kuota habis, rindu kepada kekasih masih belum menipis. Hmmm.

Keempat, ketersediaan air. Air menjadi hal yang sangat penting untuk masa depan perkuliahanmu. Kenapa? Karena jika kos yang kamu pilih ketersediaan airnya tidak memadai, bisa jadi di suatu hari yang gugup kamu hendak mandi tapi tidak air. Akhirnya kamu terpaksa tidak mandi sementara deodorant habis, minyak wangi habis, mau minta ke tetangga tapi mereka sudah berangkat kuliah duluan.

Di hari yang mengenaskan itu, kamu tetap berangkat kuliah. Dosen sedang berbaik hati memberikan nilai tambahan kepada mahsiswa yang mau menganggkat tangan dan bertanya. Kamu, yang merasa bau ketek, tidak percaya diri. Hanguslah kesempatan tambahan nilai tersebut. Masa depan perkuliahamu terancam. Hix.

Jangan juga memilih kos yang airnya sering macet. Bisa jadi ketika kamu mandi, tiba-tiba air macet. Ingin menyudahi mandi tapi sabun dan shampoo masih berlumuran, mau menunggu air keluar tapi jam kuliah sudah mepet. Dalam dilema tersebut, sadar tidak sadar kamu jutsru telah melewatkan menit demi menit dan waktu semakin mepet. Alhasil, kamu terlambat masuk ke kelas. Kebetulan hari itu dosen pengampuya adalah dosen yang tepat waktu dan tidak menerima alasan apapun atas sebuah keterlambatan. Masa depan perkuliahanmu lagi-lagi terancam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here