Home / NgeTrip / Makan Lezat Nggak Bikin Dompet Sekarat? Ya di Kedai Batavia Aja

Makan Lezat Nggak Bikin Dompet Sekarat? Ya di Kedai Batavia Aja

Halo geng. Tanggal muda nih. Udah dapet kiriman belom? Atau yang udah kerja gajinya udah turun belom dari rekening si bos? Kali ini aku bakalan kasih review sekaligus rekomendasi tempat makan di Purwokerto yang pas banget buat mahasiswa macam aku. Nggak tau kalau macam kamu. Liat aja nanti.

Warung makan yang satu ini namanya Kedai Batavia. Berlokasi di depan Ayam Goreng Bang Jarwo, deket perempatan Karang Jambu. Kalian search aja di google ‘Ayam Goreng Bang Jawo’. Nah, Kedai Batavia berada tepat di sebrangnya. Maaf-maaf yak Bang Jarwo, aku cuma  numpang lewat doang.

Pertama kali aku makan di warung ini ya diajakin sama Si Doi. Ceilah. Dari dulu sebenarnya sering bolak-balik lewat. Paham juga sama tempat itu karena dulunya bekas lokasi Mie Ayam Pak Jenggot. Jujur aja ya, waktu pertama kali lihat warung ini aku sama sekali nggak tertarik. Soalnya aku kira semacam warung ***om** gitu. Atau ya kayak warung-warung rames yang bertebaran pada umumnya.

Nah, pada suatu hari yang dipenuhi dengan rasa lapar. Si Doi bawain aku nasi uduk. Dulu packaging-nya pakai sterofom. Tapi sekarang pakai kertas minyak. Harga bahan pangan naik geng, Ibu dan Bapak penjualnya nggak tega mau naikin harga katanya. Jadi mending ganti kemasan tapi harga, porsi, dan rasa tetap sama.

Saking lapernya, aku langsung menyantap tanpa tanya beli dimana. Di tengah-tengah prosesi makan, aku penasaran dia beli dimana sih, kok enak.

“Doi, ini beli dimana?”

“Di Kedai Batavia”

Aku manggut-manggut. Setelah makan, obrolan kita berlanjut. Berdasarkan penuturan Si Doi, ternyata di Kedai Batavia nggak cuma jualan nasi uduk. Sejak itu aku makin penasaran sama menu-menu lain di warung tersebut dan akhirnya jadi sering bolak-balik makan di sana. Sampe yang jualan paham banget. Sebenarnya sih pahamnya ke Doi. Tapi berhubung sering ke sana sama aku, jadi kecipratan juga.

Sebenernya udah lama pengin nulis tentang kedai ini. Tapi baru kali ini bisa, soalnya setip kali makan di sana nggak ingat mau ambil gambar. Kuterlena dalam buai lezatnya.

Penasaran sama menu-menunya? Nih aku kasih tau. Cermati foto berikut yak.

dokumentasi pribadi

 

Gimana? Murah kan?

Aku ceritain menu favoritku yak, ada nasi uduk, ketoprak, sama soto betawi. Rasa rempah dari nasi uduknya itu pas banget, teksturnya juga pas. Kan kadang ada tuh yang terlalu lembek atau terlalu pera. Kalau aku terlalu pera, perasaanku padamu dalem banget. Ciatciat.

Untuk lauk sama kayak nasi uduk pada umumnya. Ada telor, oseng mie, kering tempe, sama sambel. Oiyah, sambel nasi uduknya nggak terlalu pedas geng. Kalau kalian mau yang pedas cobain deh ketopraknya.

Bisa request mau pakai berapa cabai. Kalau aku sih dua aja udah pedes. Soalnya cabai yang dipakai adalah cabai rawit merah. Campuran bumbu rahasia, mie, tahu, ketupat, kerupuk, ditambah taburan bawang goreng bakalan menggoyang lidah kamu.

Bumbunya itu totalitas banget geng. Nggak tanggung. Bahkan bumbunya masih bisa sisa di piring loh saking banyaknya. Dari pada sayang dibuang, mending bumbunya buat campuran makan kerupuk. Nah, kebetulan pagi tadi aku makan ketoprak dan si Doi makan nasi uduk. Nih aku kasih lihat fotonya.

dokumentasi pribadi

 

Menu favoritku selanjutnya yaitu soto betawi. Sebelumnya aku udah pernah makan soto betawi di sekitar Unsoed. Sama Doi juga. Itu pertama kali aku makan soto betawi. Hix. Sotonya enak, seger pokoknya. Pas mau nyobain soto betawi di Kedai Batavia, aku udah terlalu tinggi banget nih ekspektasinya, soalnya udah pernah ngrasain makan soto betawi yang enak.

Dan ternyata, ketika sesuap nasi dan soto betawi mendarat di mulut. Papila-papilaku menjerit, ueennakkkkk, suegeeerrr. Potongan-potongan daging yang lembut, kentang, tomat, disiram dengan bumbu santan yang kaya akan rempah ditambah lagi dengan pedasnya sambil dan sedikit kecap, eumhhh, bener-bener menu yang pas di lidah dan pas di kantong pastinya.

Bagi kamu yang nggak suka pakai nasi, boleh diganti pakai ketupat atau nggak usah pakai nasi sekalian juga nggak apa-apa.

Pokoknya nih geng, kamu harus coba menu-menu di Kedai Batavia. Kata si Doi yang emang berasal dari Jakarta, ketoprak dan soto betawi di kedai ini sama rasanya kayak yang di Jakarta. Kata si Doi lagi nih, soto betawi dan ketoprak buatannya orang Jawa sama orang asli Jakarta rasanya beda. Nah, yang jualan di warung Batavia itu asli Jakarta geng. Jadi, nggak perlu diragukan lagi cita rasanya.

Sambil menunggu menu disajikan, kamu juga bisa melihat beberapa potret kuno dari monas, pasar wage, dan masjid Agung alun-alun Purwokerto yang ditempel di dindingnya.

dokumentasi pribadi

 

dokumentasi pribadi

Sekian geng tulisan kali ini. Jangan lupa makan ya.

About April

Cuaca pasti berubah. Tapi tetaplah menjadi langit yang sama.

Check Also

Tipe Mahasiswi Dilihat Dari Pilihan Detergen (Edisi 2)

Setelah beberapa waktu lalu sempat disinggung tipe-tipe mahasiswi dilihat dari pilihan detergen, pada kesempatan kali …

Kisah Odol dan Pepsodent; yang Pertama Belum Tentu Jadi yang Terakhir

Selama berpuasa, mulut cenderung mudah bau. Hal tersebut tentu membuat kita tidak percaya diri, walaupun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *