Sebulan yang lalu, tepatnya hari jumat tanggal 28 Oktober 2016, aku dikejutkan oleh hadangan sejumlah kelompok mahasiswa di kampus. Tidak ada angin tidak ada hujan, mereka seperti sedang menggelar sebuah aksi. Seorang diantaranya, memakai jaz biru sambil pegang megaphon tengah berorasi di depan: “Pemuda hari ini, adalah gambaran 20 tahun pemimpin masa depan Indonesia. Mahasiswa hari ini, adalah gambaran 20 tahun pemimpin masa depan bangsa Indonesia” teriaknya.

Kemudian aku mencoba mencari tahu tentang aksi yang mereka lakukan di siang bolong itu. Namun setelah  mendengar jawabannya, betapa malunya sekaligus kagum. Ternyata itu merupakan aksi memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari jumat tanggal 28 Oktober 2016. Dan benar saja, dari 250 kuisioner yang dibagikan, katanya hanya 10 % yang ingat bahwa hari itu adalah moment lahirnya sumpah pemuda.

Adalah hari dimana bahasa Indonesia diakui pertama kalinya sebagai bahasa persatuan. Seluruh alam menjadi saksi kala itu bahwa bumi pertiwi adalah tumpah darah yang pantas untuk diperjuangkan. Dan dari sumpah itu, telah berhasil menanamkan semangat nasionalisme kepada para pemuda untuk menuntut keadilan dan berjuang meraih kemerdekaan. Berjuang menentukan nasib bangsa sendiri. Bukan atas nama Jong Java, Jong Sumatra, Jong sulawesi atau jong-jong lainnya. Bukan pula atas nama suku, agama atau ras tertentu. Tetapi perjuangan dan persatuan atas nama bangsa Indonesia.

Namun sangat disayangkan, jumlah peserta aksi kurang lebih hanya berkisar 80-an. Walah, itu berarti hanya 1,6 % dari total mahasiswa aktif di kampusku. Entah karena kurang sosialisasi atau memang minimnya kepedulian untuk merawat sejarah bangsanya. Pastinya ada pelajaran berharga yang aku dapat dari kejadian itu, bahwa masa depan suatu bangsa, ada ditangan pemudanya. Mau jadi bangsa yang maju atau brengsek, tergantung kitanya sekarang mau seperti apa. Dan salut buat mereka, tetap memelihara jiwa nasionalis disaat yang lain mulai apatis. Karena boleh jadi, tanpa sumpah pemuda mungkin tak pernah ada nama Indonesia.

Ini adalah sepenggal kisah yang aku jadikan refleksi untuk diriku sendiri. Selamat! Kemarin adalah hari HAM dan hari Anti Korupsi sedunia. NKRI jaya! Nusantara milik kita! Salam Mahasiswa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here