Menjadi aktifis kampus tidak sama sekali menjamin karirmu kedepan akan cerah. Mungkin itu yang sering terjadi pada mahasiswa zaman now yang termasuk dalam golongan generasi milenial.

Bayangkan saja, hidupnya dikampus habis dengan rapat panitia ini lah rapat panitia itu lah sudah seperti event organizer yang akan menggelar perhelatan nasional, atau seperti panitia pernikahan anak Presiden yang akan digelar dalam waktu dekat.

Rupanya ini yang menyebabkan forum-forum diskusi menurun jumlahnya, karena kesibukan sebagai event organizer di kampus dan ditambah lagi tugas kuliah yang makin hari makin berat saja seperti tidak ada habisnya. Jangan salahkan bila aktifis kampus saat ini tidak mengenal adonis, madilog, dan buku buku sejenisnya.

Kepekaan terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial menjadi menurun karena kesibukan para mahasiswa yang tidak ada hentinya. Bahkan birokrasi kampus saja kalah sibuk dibanding dengan para aktifis BEM zaman now yang selalu mengurus event-event besar berskala nasional seperti seminar-seminar wirausaha, motivasi penggugah jiwa pengantar tidur, dan sebagainya.

Ini sungguh fenomena yang mengherankan, pada saat saya kuliah dulu waktu saya habis di kantin dan di forum kumpul dan ngobrolnya beberapa mahasiswa senior, bercanda, tertawa, dan sesekali membahas urusan-urusan kuliah. Ya, hanya sesekali selain itu kami sibuk membahas tentang kebijakan kampus yang kadang kurang pas bagi mahasiswa.

Cobalah kita lihat sekarang dengan mata kita, aktifis kampus saat ini masih bergumul dengan rapat event terus, bahkan di salah satu kampus lembaga pers mahasiswanya sudah tidak kritis lagi. Kenapa? Apa karena kurang ngopi?. Ditambah lagi kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan dikampus semakin kehilangan arah.

Kita patut mencontoh konsistensi rombongan kera sakti yang tetap mencari kitab suci kebarat walau halangan dan rintangan membentang, memang sekarang banyak yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan-kegiatan itu.

Pengalaman saya pribadi dahulu, saya selalu mencari kegiatan kemahasiswaan karena disitulah saya bisa dapat snack gratis. Cukup ngobrol sok kenal dengan panitia, pulang bisa bawa snack yang cukup untuk makan sehari-hari.

Dulu masih jarang seminar tentang wirausaha karena dulu mahasiswa masih sibuk mengurus isu-isu nasional/regional yang sedang terjadi, didalam atau diluar kampus. Nah…. mungkin itu kemajuan zaman, sekarang mahasiswa sudah pintar mencari usaha untuk berwirausaha. Salah satu wirausaha paling laris sekarang ini adalah seminar wirausaha.

Banyak yang menggantungkan hidup dari kegiatan kemahasiswaan seperti seminar kewirausahaan yang biayanya super mahal dikalangan mahasiswa hehe. Maklum saja, uang saku saya dulu saja tidak sampai Rp. 200 ribu per minggu, jadi saya tidak pernah berpikir bisa ikut seminar wirausaha yang dalam sekali seminar bisa menghabiskan puluhan bahkan ratusan ribu biayanya.

Dengan menggunakan artis kenamaan lokal dan dorprize seadanya mahasiswa bisa mengadakan acara-acara bernuansa ceremonial yang menyedot banyak peserta untuk mengikutinya. Dengan kontribusi yang menurutku fantastis di kantong mahasiswa zamanku dulu. Memang acara acara seperti Talk Show pertelevisian lebih laris dikalangan mahasiswa, apalagi ditambah dengan motivasi-motivasi penggugah jiwa yang amazing deh pokoknya.

Saya memilih jika memiliki sedikit uang akan saya tabung buat beli buku-buku yang saya idamkan kala itu. Hehe saya sudah berjanji pada diri saya sendiri tidak akan ke perpustakaan selama kuliah untuk memotivasi diri agar semakin keras usaha untuk membaca buku dan memilikinya tak terpikir sama sekali mengikuti seminar 45 inspirasi motivasi pengubah hidup atau seminar kiat-kiat berwirausaha.

Memang sekarang zaman sudah maju, saya pun sekarang sudah memiliki usaha rintisan sendiri tanpa mengikuti seminar wirausaha, karena nyatanya wirausaha sebenarnya lebih keras dan susah payah dari pada seminarnya itu sendiri. Dan apresiasi setinggi-tingginya pada para aktifis kampus saat ini yang sudah bersusah payah menggantungkan kehidupannya pada kegiatan yang mereka selelnggarakan.

Kampus sekarang banyak melahirkan event organizer handal karena sudah sering mengadakan kegiatan yang minim anggaran tetapi bisa mencari untung sebanyak-banyaknya. Ini patut dicontoh oleh para eo yang baru merintis karirnya, belajarlah dari mereka yang jebolan aktifis kampus.

Aktifis kampus yang multitalent dengan IPK diatas rata-rata tetapi memiliki kemampuan wirausaha yang baik dan mampu menumbuhkan motivasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here