Home / Juguran / Kuliah; Lulus Tepat Waktu atau Di Waktu yang Tepat?
www.ngehits.net

Kuliah; Lulus Tepat Waktu atau Di Waktu yang Tepat?

Ada mahasiswa yang sejak semester awal bertekad untuk lulus tepat waktu, katakanlah S1 ditempuh selama 8 semester. Dinding kamarnya ditulis target-target yang ingin dicapai pada setiap semester, IPK Coumloude, nilai jangan sampai turun, beli buku minimal 1 per bulan, baca buku minal 2 per minggu. Kuliah tidak pernah absen kecuali sakit parah atau saudaranya ada yang meninggal. Tugas dikerjakan tepat waktu, UTS dikerjakan dengan teliti, UAS dikerjakan sesempurna mungkin. Ya, singkat cerita dia lulus tepat waktu dengan usia 22 tahun. Tapi, dia menganggur selama 4 tahun. Kok bisa? Jawabannya bukan ‘nasib’.

Selama kuliah kan dia rajin, nilainya bagus, lulus tepat waktu. Ya, memang. Tapi ada nggak hal lain yang dia lakukan kecuali memperkaya nilai ‘akademisnya’? Sekarang, mencari pekerjaan tidak hanya modal nilai ijazah. Percuma jika kalian lulus tepat waktu, nilai ijazah mentereng, lulusan dari kampus bonafit, tapi aspek non akademisnya nol, tidak memiliki softskill.

Di sudut lain, ada mahasiswa yang sama sekali tidak ada target lulus tepat waktu. Dinding kamarnya bahkan hanya berisi poster-poster club sepak pola kesukaannya, atau poster hello kitty yang unyu-unyu. Menurut pandangan teman-temannya, dia tidak mementingkan kuliah. Berangkat hanya asal berangkat, datang, duduk, absen, siapkan kuping, otaknya ditinggal entah dimana. Nilai setiap semesternya pas-pasan. Singkat cerita, dia tidak lulus tepat waktu, katakakanlah 12 semester baru lulus. Tapi, dia langsung mendapatkan pekerjaan bahkan boleh jadi dia sudah mempekerjakan orang. Kenapa? Karena dia punya softskill.

Kalian pilih yang mana?

Oke, lulus tepat waktu itu penting. Kenapa? Karena hal tersebut menunjukkan bahwa kita memang komitmen terhadap kuliah. Tapi bukan berarti kita mendewa-dewakan lulus tepat waktu, sibuk mengejar nilai akademis, absensi kuliah full, tapi sama sekali tidak menggali dan mengasah softskill. Nantinya, ketika lulus kalian bagaikan sebuah produk dengan packaging bagus tapi isinya mlompong.

Lalu, berarti lebih baik mengejar softskill ketimbang nilai akademis? Tidak juga, keduanya harus seimbang. Oke, kata-kata ini klise sekali. Seimbang, kebanyakan dari kita akan mengatakan hal itu sulit, memang tidak dinafikkan.

Saya tidak tahu pasti berapa berpandingan orang yang bisa seimbang antara akademis dan non-akademis dengan orang yang lebih condong kepada salah satunya. Kalian lihat saja di sekitar kalian, berapa banyak mahasiswa yang bisa menyeimbangkan antara keduanya?

Amati, kalau perlu gali lebih dalam bagaimana cara mereka bisa melakukan hal tersebut. Jika kalian ingin mengikuti jejaknya, maka lakukan seperti apa yang dia lakukan dengan cara kalian sendiri.

Berkaitan dengan lulus tepat waktu atau di waktu yang tepat, saya sempat membuat Whatsapp story mengenai pertanyaan tersebut. Dari 15 orang yang menjawab, 6 (semuanya perempuan) diantaranya menjawab lulus tepat waktu, 5 (semuanya laki-laki) menjawab lulus di waktu yang tepat, dan 4 (tiga perempuan dan satu laki-laki) menjawab lulus tepat waktu dan di waktu yang tepat.

Kita abaikan saja 4 orang tersebut, bagi saya, mereka orang yang tidak memahami pertanyaan. Diantara 6 orang yang menjawab lulus tepat waktu, antara lain sebagai berikut:

Aku pilih lulus tepat waktu. Kalau lulus tepat waktu itu berarti kita jelas punya target. Harus melakukan apa dalam rentang waktu sekian, harus mencapai apa dalam waktu sekian. Kalau kita nggak punya target, ya malah santai-santai. Nggak sungguh-sungguh ngerjain skripsi. (MA)

Aku pilih lulus tepat waktu. Karena lulus di waktu yang tepat hanya alasan belaka. (MH)

Keenam orang tersebut secara keseluruhan dapat mengungkapkan argumen mereka. Sedangkan 5 orang yang menjawab lulus di waktu yang tepat hanya berkomentar sebagai berikut:

Aku pilih lulus di waktu yang tepat. Heheh. (FH)

Lulus di waktu yang tepat. Tapi nggak tahu alasannya apa. (AFF)

Dari jawaban-jawaban tersebut, nampaknya memang ada perbedaan pola pikir antara perempuan dan laki-laki. Sejauh pengamatan saya pada lingkungan sekitar, perempuan memang lebih terstruktur, sedangkan laki-laki lebih spontanitas.

Kesimpulannya, silahkan renungkan sendiri, lulus tepat waktu atau di waktu yang tepat. Jika kalian memilih lulus tepat waktu, maka pastikan kalian juga mengantongi softskill serta relasi yang baik. Begitupun jika kalian memilih lulus di waktu yang tepat. Jangan sampai frasa tersebut justru menjadi boomerang bagi kalian, alih-alih sebagai alasan belaka karena tidak mampu lulus di waktu yang tepat.

About April

Cuaca pasti berubah. Tapi tetaplah menjadi langit yang sama.

Check Also

Harapan BI Usai Gelar GenBI Leadership Camp 2017

Dilansir dari replubika.co.id. Bank Indonesia (BI) mengajak mahasiswa penerima beasiswa BI yang tergabung dalam Generasi …

Berlibur Bersama Keluarga di Batur Agung Waterpark

Batur Agung Waterpark merupakan wana wisata yang cocok untuk menikmati waktu libur kamu bersama keluarga. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *