Pendidikan Tinggi jenjang S1 normalnya di tempuh dalam waktu 8 semester atau 4 tahun. Namun, ada juga mahasiswa abnormal yang membutuhkan waktu lebih dari angka tersebut. Bukan berarti mereka bodoh dan yang lulus tepat waktu itu pintar atau sebaliknya.

Nah, berikut ini adalah alasan kenapa ada saja mahasiswa yang belum lulus hingga semester sekian.

1. Sibuk Berorganisasi

socialwithit.com

 

Sibuk berorganisasi menjadi alasan yang sangat mungkin bagi para mahasiswa aktivis. Mereka disibukkan dengan berbagai urusan organisasi yang seabrek, misalnya sibuk demo, sibuk mengkritisi kampus dan pemerintah, sibuk diskusi ilmiah, sibuk memberdayakan masyarakat, dan ada juga yang sibuk mikirin jabatan, eh.

Bagi mereka yang sudah berkecimpung di organisasi kampus sejak semester awal, perlu dicurigai bahwa beberapa nilai mata kuliah ada yang tidak sesuai standar karena sering tidak masuk kuliah disebabkan jawdal beroganisasi dan kuliah yang bentrok. Sebagai bentuk loyalitas dan dedikasi kepada organisasi, mereka memilih tidak berangkat kuliah.

Masih mending jika ada surat dispen. Tapi geng, tidak semua dosen mengenal surat dispen. Ada yang hanya memberikan izin jika mahasiswa yang bersangkutan sakit, sekarat, melahirkan, dan menikah. Jika bertemu dosen yang demikian, mereka ‘bodo amat’, yang penting organisasi jalan, lancar jaya.

2. Sibuk Kerja dan Menciptakan Lapangan Pekerjaan

hipwee.com

 

Mahasiswa jenis ini sebenarnya merupakan orang yang visioner. Ya, mereka sudah memikirkan karir sebelum lulus. Meskipun banyak juga yang bekerja karena keadaan ekonomi yang kurang memadai. Apapun alasan kenapa mereka berkerja, mereka tetaplah orang yang visioner. He. Pokoknya visioner deh.

Yang lebih keren lagi geng, mahasiswa yang nggak cuma bekerja tapi menciptakan lapangan pekerjaan. Mereka itu bukan mental-mental honorer. Mereka merintis bisnis/ karir sejak masih kuliah. Harapannya, setelah lulus nggak perlu pusing nyari kerjaan atau jadi pegawai honorer yang gaji bulannya lebih murah dari biaya kos saya.

3. Beda Pendapat dengan Dosen Pembimbing

wisegeek.com

 

Mahasiswa dengan alasan yang seperti ini, sebenarnya dia sudah memiliki niat, semangat, dan gambaran yang matang tentang penelitiannya. Tapi, ketika menghadap ke dosen pembimbing, apa yang sudah direncakan hancur lebur karena bertentangan dengan pendapat dosen pembimbing.

Perbedaan tersebut bisa memunculkan kemalasan untuk lanjut mengerjakan skripsi. Terlebih jika si mahasiswa dan dosen pembimbing sama-sama memiliki pendirian yang kuat, hmmm. Jadi, nggak ada yang mau ngalah nih?

4. Ideologi ‘kuliah itu nyari ilmu, bukan nyari gelar’

saripedia.wordpress.com

 

Nah, ini nih, alasan yang kayaknya berkelas dan mulia sekali, ‘kuliah itu nyari ilmu, bukan nyari gelar’. Seriusan? Berarti kalau nanti jadi lulus, nggak usah kasih gelar nggak apa-apa yak? Hix.

5. Belum Waktunya

khgsalamdakwah.com

Kalau alasan ini seolah pasrah banget dengan takdir Allah SWT. Nampaknya, mahasiwa ini memang orangnya nrima ing pandhum. Hix.

6. Belum Niat

dakwahalummah.com

 

Kalau mahasiswa dengan alasan seperti ini, cocoknya dibawa ke Pak Kyai yak. Suruh ngaji tentang niat. Biar tumbuh niat dan mantap.

7. Malas

taman-adabi.com

 

Nah, kalau alasan ini nih udah mainstream banget yak geng. Malas itu bisa jadi udah ada niat, tapi malas untuk memulai. Cuma niat-niat doang. Ada lagi yang udah bikin target atau to do list, tapi eh tapi, nah itu, malasnya yang nggak ketulungan. Alhasil, to do list hanyalah tulisan belaka yang tidak kunjung terlaksana dalam wujud nyata.

Nah, itu dia geng beberapa alasan kenapa mahaiswa semester sekian masih belum lulus-lulus juga. Ada yang cocok sama diri kalian nggak ini? Kalau nggak ada, monggo tambahin nomor 8 di kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here