Selama berpuasa, mulut cenderung mudah bau. Hal tersebut tentu membuat kita tidak percaya diri, walaupun disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Sahih-nya:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوْفُ فَمِّ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ

Artinya: “Demi Zat yang berkuasa atas nyawaku, sungguh bau mulut orang puasa itu lebih wangi menurut Allah dari pada bau misik.”

Banyak orang salah kaprah memaknai hadist tersebut. Sehingga tidak jarang orang yang ‘memelihara bau mulut’ dan merasa itulah hal yang terbaik dan disukai oleh Allah, semakin bau semakin baik, begitu lah kurang lebihnya. Tapi, kali ini bukan tentang hadist yang akan dibahas, karena bukan ranah saya. Intinya, bau seperti bau misik bukanlah makna yang sebenarnya. Dan, terlepas dari apa maknanya, kita sebagai umat Muslim sudah seharusnya mencintai kebersihan, karena kebersihan sebagaian dari iman, termasuk kebersihan gigi dan mulut.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut, salah satunya yakni dengan menyikat gigi. Caranya yakni menggunakan sikat gigi yang telah diberi pasta gigi. Di Indonesia sendiri, pasta gigi biasa disebut Odol atau Pepsodent. Ya, sebagaimana Aqua-yang telah dibahas pada tulisan sebelumnya-penyebutan pasta gigi juga mengalami nasib yang sama.

Sebenarnya, kenapa banyak orang menyebut pasta gigi dengan sebutan Odol atau Pepsodent? Jawabanya tidak jauh berbeda dengan Aqua, yakni karena keduanya merupakan merk pasta gigi tertua yang dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Jauh sebelum masyarakat Indonesia mengenal pasta gigi, masyarakat Mesir Kuno telah menggunakan pasta gigi sejak 5000 tahun. Bentuk dan rasanya tentu bukan sebagaimana pasta gigi yang beredar di pasaran saat ini, melainkan terbuat dari campuran batu apung, kuku lembu jantan dan cangkang telur yang telah dihaluskan. Campuran bahan-bahan tersebut kemudian dibakar. Cara penggunaannya yakni digosok-gosokan ke gigi menggunakan jari tangan.

Pada abad ke-19, tepatnya tahun 1806. William Colgate bersama perusahaan Coltage di Amerika memproduksi pasta gigi krim pertama. Kemudian pada tahun 1911, Karl August Lingner menciptakan pasta gigi dengan merk Odol Moutwash dan memproduksinya secara masal bersama Dresden Chemical Laboratory Lingne, Jerman. Tidak hanya memproduksi pasta gigi, Odol juga memiliki berbagai produk berupa obat kumur. Produk-produk sukses terjual di lebih dari 20 negara, termasuk di Hindia-Belanda (red: Indonesia).

Odol kemudian menguasai pangsa pasar per-pastagigian di Indonesia. Namanya melekat di hati masyarakat. Hingga saat ini, masyarakat Indonesia masih ada yang menyebut pasta gigi dengan sebutan Odol, terutama orang Jawa.

Lalu, sejak kapan masyarakat Indonesia beralih menyebut pasta gigi dengan sebutan Pepsodent? Kemanakah Odol? Sembilan tahun setelah merk Odol meluncur, tepatnya pada dekade 1920, Inggris meluncurkan pasta gigi dengan merk Pepsodent. Pepsodent diproduksi secara masal dan didistribusikan ke berbagai negara, termasuk negara jajahannya, Indonesia salah satunya. Merk pasta gigi ini cukup terkenal pada zaman penjajahan, yakni sekitar tahun 1930-an dimana Unilever mulai memasuki pasar Indonesia.

Masyarakat Indonesia kemudian mulai familiar dengen Pepsodent. Entah karena Odol sudah tidak diperjualbelikan lagi di Indonesia pada saat itu atau karena kehadiran Pepsodent. Intinya, tergantikan oleh yang baru itu menyakitkan. Hmm. Odol, meski ragamu tidak lagi di sisiku, meski aku tidak pernah bertatapan denganmu, tapi kamu adalah nama yang orang tuaku ajarkan untuk menyebut pasta gigi. Sejak kecil hingga kelas 5 SD, aku mengira odol adalah bahasa Jawa dari pasta gigi. Dan, untukmu Pepsodent, terimakasih telah menjadi pengganti yang selalu berinovasi. Aku sangat suka varian Pepsodent Sensitive Expert. Terimakasih, puasaku tidak terganggu karena gigi ngilu. Tapi, puasa puisiku masih terganggu karena rindu.

Sekian, jangan lupa gosok gigi. Oh iya, sebelum berakhir, petiklah hikmah dari kisah Odol dan Pepsodent, bahwa yang pertama belum tentu menjadi yang terakhir. ~Tjesssss~

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here