Home / Juguran / Inilah Alasan Dosen Suka Geregetan Kepada Mahasiswa Semester Dewa yang Tidak Kunjung Lulus
twitter.com

Inilah Alasan Dosen Suka Geregetan Kepada Mahasiswa Semester Dewa yang Tidak Kunjung Lulus

Mahaiswa, sebagai manusia yang sudah tergolong dewasa berdasarkan usia-entah ya kalau berdasarkan pemikiran, he- bertanggungjawab atas sebuah pilihan menjadi salah satu tugas perkembangan yang harus tercapai. Setiap mahasiswa tentu berbeda-beda orientasi kuliahnya, ada yang untuk cari gelar, dari pada nganggur, dari pada dijodohin, dari pada disuruh kerja, dan yang paling mulai yakni untuk menuntut ilmu. Asal mula kuliah juga berbeda-beda, ada yang dipaksa oleh orang tua, ada yang kebetulan aja, ada juga yang memang berkeinginan kuat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Apapun orientasinya, bagamanapun asal mulanya, ketika sudah menjadi mahasiswa maka harus menyelesaikan pendidikannya agar dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan gelar. Rentang waktu untuk menyelesakan studi juga berbeda-beda, dan yang paling membuat dosen geregetan adalah para mahasiswa yang belum lulus-lulus.

Sebenarnya kenapa sih kok dosen suka geregetan gitu ke mahasiswa jenis ini? Berikut alasan-alasan yang mungkin.

1. Perhatian

blogufik.info

 

Alasan pertama yang mungkin yakni perhatian. Ya, para dosen yang suka geregetan kepada mahasiswa semester dewa yang tidak kunjung lulus karena mereka perhatian. Dari seabrek mahasiswa yang ada di kampus dengan wajah dan nama yang berbeda, dosen tersebut tahu kalau kamu adalah mahasiswa semester dewa. Kalau tidak perhatian, masa bodo. Bisa jadi dosen tersebut malah tidak tahu kalau kamu adalah mahasiswa semester dewa, terlebih jika kamu mempunyai wajah dan postur tubuh ala-ala mahasiswa semester bawah. Beuh, selamatlah kamu dari dosen-dosen yang geregetan.

Cukup pasang senyum manis saja sudah aman. Tapi, jika mereka tahu indentitasmu sebagai mahasiswa semester dewa, hmm, senyum manis saja tidak cukup. Kamu harus seramah mungkin mengucap salam dan sigap mencium tangan mereka. Kemudian siapkan jawaban untuk menjawab pertanyaan, semacam “sudah lulus belum sih, kok belum lulus, mau lulus kapan, sudah sampai mana skripsinya?”

2. Bosan Melihat Mukamu

infosumbar.net

 

Alasan selanjutnya yang memungkinkan yakni bosan melihat mukamu. Dosen juga butuh hal baru, termasuk wajah-wajah MABA (mahasiswa baru) yang fresh. Bukan mahasiswa macam kamu yang sudah hampir expired. Eh, kamu juga MABA, Mahasiswa Basi. Hix.

Bayangkan jika setiap semester mereka mengajarmu, belum lagi semsetr tambahan jika kamu mengambil kredit bawah, belum lagi kalau ternyata kamu menjadi mahasiswa bimbingannya. Sungguh membosankan.

3. Akreditasi

myeduadvisor.com

 

Alasan terakhir yakni akreditasi. Hmm, ini adalah hal yang menyangkut khayalak prodi khususnya, khayalak fakultas agak khususnya, dan khalayak institut atau universitas pada umumnya. Dosen geregatan kepada mahasiswa semester dewa yang belum lulus karena mereka dinilai memperburuk akreditasi.

Bagaimana tidak memperburuk, keberadaan mahasiswa jenis ini akan memberikan nilai minus pada proses akreditasi dan peninjauan ulang akreditasi. Misal saja, sebuah prodi memiliki akreditasi A bukan berati aman sepanjang hayat. Predikat tersebut harus dipertanggungjawabkan, dipertahankaan, bahkan ditingkatkan dari segi kualitas dan prestasi.

Nah kalau mahasiswa semester dewa yang tidak kunjung lulus semakin menjamur, kan bikin pejabat kampus pada puyeng dan ketar ketir. Terlebih jika prodimu baru mau akreditasi, hmm, mau dapet akreditasi apa kalau mahasiswanya banyak yang ngaret? Nah, loh. Kalau sudah bicara akreditasi kan sudah tentu menyangkut khalayak kan?

Jadi nih jadi, untukmu yang belum terlanjur, kerjakan skripsimu dan luluslah tepat waktu. Biar apa coba? Biar akreditasi aman. Hixhix.

Nggak ding, ya biar disayang dosen, disayang Papi Mami, disayang calon pendamping. Tapi kalau kamu lulus tepat waktu dan habis itu bingung mau ngapain, hmm sayang juga sih.

About April

Cuaca pasti berubah. Tapi tetaplah menjadi langit yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *