Home / Uncategorized / Indonesia Krisis Energi, PB PMII Gelar Diskusi Masa Depan

Indonesia Krisis Energi, PB PMII Gelar Diskusi Masa Depan

JAKARTA, Kampusked.com – Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) gelar diskusi dan buka bersama, Rabu (6/6/2018). Kegiatan yang bertema ‘Industri Migas dan Masa depan Energi Indonesia’ bertujuan agar masyarakat terutama mahasiswa bisa mengetahui kebutuhan energi yang ada di Indonesia. Hal tersebut diungkap oleh Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) PB PMII, Wahyu Hidayat.
”PMII perlu mengetahui hal-hal di luar dari kajian keislaman. Hal ini guna mengetahui bagaimana keadaan Indonesia,” ungkapnya selesai acara.
Sementara, menurut Sekretaris Jendral PB PMII Sabolah Al-Kalamby, saat ini PMII berkeinginan dapat berpartisipasi dan mengawal pembangunan ketahanan energi nasional khususnya di industri migas. ”Kita perlu mengulas bagaimana peralihan BBM menjadi LPG yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Hal ini menunjukan adanya perubahan pola hidup dalam penggunaan energi,” katanya.
Untuk itu, diperlukan upaya untuk dapat menghemat energi. Mengingat, cadangan energi Indonesia sedang krisis. Di saat yang bersamaan, Lead External SKK Migas Bambang Dwi Junuarto mengungkapkan cadangan minyak Indonesia hanya mencapai 0,2 persen dari cadangan dunia. Jika terus dieksplotasi akan habis.
Cadangan minyak Indonesia diprediksi akan habis 12 tahun lagi. ”Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mencari cadangan minyak di Indonesia,”ucapnya.
Keadaan itu, membuat Indonesia masuk dalam kategori krisis minyak. Saat ini, yang harus dilakukan adalah mencari eksplorasi minyak baru. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah di bagian hulu. Hal yang paling utama adalah mencari investor. Namun, selain dari investor adalah cara melakukan eksplorasi minyak.
Selain tersebut, dalam masalah eksplorasi terdapat masalah yang seringkali ditemui. Sebanyak 30 persen merupakan masalah sosial. Di saat yang bersamaan, dia juga menepis anggapan jika perusahaan asing mengusai Indonesia. Sebab, dalam aturan Undang-Undang Indonesia tidak ada kekuasaan asing. ”Di mana untuk pengelolaan sumber daya energi di Indonesia dikelola oleh Indonesia,” ungkapnya.
Sementara Kepala Pusdata Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Agus Cahyono Adi, saat ini sudah ada aturan untuk mengurangi energi di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga sudah melakukan untuk banyak usaha terkait energi terbarukan. ”Pada 2019 terdapat 250 pesantren memasang biogas komunal. Serta dilengkapi sumur bor, PGU. Lalu, bagaimana mengembangkannya?” ungkapnya.
Pada industri sawit mengelola limbahnya untuk biogas. Di beberapa tempat sudah membangun listrik dengan energi terbarukan. Pihaknya mengakui, jika Indonesia sedang krisis berenergi, sehingga perlu terobosan tranportasi tanpa menggunakan BBM.
”Seperti menggunakan tesla, MRT dan lainnya. Indonesia akan menjadi pusat energi terbarukan di Indonesia. Gelombang indonesia cukup tinggi,” pungkasnya. (Red : Cim)

About Ummu Cim

Karena kebahagiaan adalah ambisi yang terealisasi, jadi cintailah ambisimu

Check Also

PB PMII Dukung POLRI Berantas Terorisme Sampai Ke Akar-Akarnya

 Kampusked.com – Jakarta, Menanggapi rentetan aksi terorisme dan radikalisme yang terjadi belakangan ini, Pengurus Besar …

Ramadhan: Madrasah Dalam Membentuk Akhlak Universal Muslim

Keagungan bulan ramadhan menjadikan ummat Islam di dunia menanti – nanti tibanya bulan yang penuh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *