Agak basi sih ya main ke The Village Purwokerto. Tapi serius, ini pertama kalinya aku datang ke sana. Tepatnya tanggal 8 Juli 2018. Sebenarnya sejak pertama kali lihat bangunan setengah jadi, aku udah penasaran banget sama tempat wisata ala Eropa yang satu ini. Tapi berhubung doi susah banget diajak main, jadi baru kemarin deh kesampaian. Itu pun alih-alih membayar kesalahannya gagal kondangan.

Meskipun baru pertama kali ke The Village, sedikit banyak aku sudah tahu seputar spot foto dan wahana yang ada di dalamnya. Sejak pertama kali The Villlage beroperasi, bermunculan foto-foto kece di berbagai media sosial. Dari situlah, aku mempunyai gambaran tentang penampakan tempat wisata yang lagi hits ini sekaligus menyusun angan-angan, kalau aku ke sana bagus kali ya foto di spot yang ini, gayanya kayak gini, emh pakai baju yang itu kayaknya pas. Dan, angan-angan lainnya termasuk foto romantis bareng doi.

Sempat kesal gagal kondangan karena doi ketiduran, akhirnya jadi senang karena diajak ke The Village. Sesuai rencana, kita berkunjung ke The Village pada malam hari. Why? Pertama, pemandangan malam hari di sana bagus, ada lampu-lampunya gitu. Romantis. Kedua dan yang paling utama sih sebenarnya, yakni murah. Heeee. Cukup bayar Rp. 5.000 per orang, kita udah bisa masuk dan menikmati suasana malam di The Village.

Sekitar pukul 19.30 WIB, doi jemput ke kosan. Kita ambil rute Unsoed dan berhenti tepat di seberang patung Jenderal Soedirman Unsoed. Niatnya mau beli sostel (sosis telor) lagi akibat ketagihan beberapa waktu lalu sempat beli. Ternyata sostel-nya habis tjuy. Penasaran sama dimsum, akhirnya beli dimsum dua porsi deh. Kirain mau dimakan di tempat, eh si doi pesan dibungkus.

Tanpa basa-basi, kita melanjutkan perjalanan ke The Village. Nggak butuh waktu lama, kita sampai di pintu gerbang setelah sempat bingung, jangan-jangan udah kelewat. Maklum, agak keder kalau malam. Oh iya, bayar parkirnya nanti ya kalau kita udah mau pulang. Ketika masuk tinggal masuk aja, pencet tombol, dan nanti keluar karcis parkirnya. Jangan lupa disimpan di tempat yang aman dan gampang diingat. Soalnya karcis tersebut penting agar kalian bisa keluar gerbang dengan lancar.

Beli tiket masuknya dimana? Di dalam bangunan pertama. Di sana ada loket, pintu masuk sekitar 4 buah, dan kalian juga bisa beli makanan ringan sebelum masuk. Sempat deg-degan takut tasnya dicek. Heeee. Kita bawa makanan dari luar soalnya. Jangan ditiru tjuy. Nggak ada niat sebenarnya. Jadi, si doi nggak tahu kalau di The Village ada food court, akhirnya dia beli dimsum. Salahnya lagi, aku ngasih tahunya telat. Di parkiran the Village baru bilang kalau di dalam sana ada food court. Kepalang tanggung, ya sudah, dibawa masuk aja jajannya.

Selamat, tasnya nggak dicek. Tapi buat jaga-jaga, kalian jangan bawa makanan dari luar ya. Kali aja pas aku datang lagi beruntung, jadi nggak di cek. Begitu masuk ke area utama The Village, aku langsung ber-oh. Senang sih liat lampu-lampu, tapi agak kecewa karena nggak terlalu terang. Bahkan di beberapa sudut gelap banget. Lampunya kurang banyak atau kurang terang? Nggak tahu deh, intinya tuh suasananya jadi remang-remang gitu.

Buat kalian yang mau huntin foto malam hari di The Village, siapin kamera yang bagus deh, biar hasil fotonya maksimal. Kalau aku sih cuma pakai kamera hape aja. Heee. Seadanya. Nih aku kasih lihat hasil jepretan foto doi.

dokumen pribadi.

 

dokumen pribadi

 

dokumen pribadi

 

dokumen pribadi

Setelah berkeliling dan hunting foto seadanya, kita berhenti di dekat food court. Numpang makan. Kok nggak makan di food court? Food court-nya tutup tjuy. Kalau pun buka, kita nggak makan di sana. Mending nyempil di pinggiran, ngumpet makan dimsum. Heeeee.

Sempat bingung mau dimakan sekarang atau nanti aja. Eh ternyata ada juga pengunjung yang lagi makan di tempat tersebut. Ya sudah, ikutan makan deh sambil harap-harap cemas takut ditegur sama petugas. Dua porsi dimsum berhasil dilahap dengan selamat. Lanjut hunting foto ala-ala lagi dongs.

dokumen pribadi

 

dokumen pribadi

 

dokumen pribadi

 

dokumen pribadi

 

dokumen pribadi

 

Puas foto-foto di replika kapal, niatnya sih mau muter sekali lagi sekalian foto di rumah kaca, tapi sesuatu terjadi, aku keseleo tjuy dan jatuh deh di tangga. Untungnya, nggak ada pengunjung lain yang berada di lokasi tersebut. Tapi kayaknya sih ada yang lihat dari kejauhan deh. Sakitnya luar biasa. Kasian nggak sih? Seketika kaki kiri langsung bengkak dan susah buat jalan. Sempat bisa dipaksa buat ke depan toko ice cream. Nih fotonya sambil nahan sakit.

dokumen pribadi

Udah nggak bisa ahan sakit, akhirnya pulang, makan, dan nyari tukang pijet. Sampai cerita jalan-jalan ini ditulis, kakiku belum sembuh tjuy. Tulangnya ada yang sedikit bergeser dari posisi normalnya. Kalau sudi, doakan biar lekas sembuh dan bisa berbagi cerita jalan-jalan lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here