Pernahkah mendengar yang disebut Badboy? Ya, pada generasi 90an Badboy adalah sebutan untuk anak yang cenderung nakal dan berani mengekspresikan dirinya denga cara-cara yang tidak umum diluar kebiasaan masyarakat. Anak anak era 90an pastilah paham dengan yang namanya Bad boy. Saat dimana kalian diputusin karena kalian dianggap terlalu baik bagi pasangan kalian ugh! Biasanya alasan terlalu baik itu menjadi alasan pamungkas seseorang untuk memutuskan hubungan tali asmara yang sudah tidak harmonis. Tapi sekarang berubah seiring bermunculanya ustad gaol dan kece menjadi panutan generasi milenial yang serba praktis

Perubahan drastis kita rasakan dimana angkatan muda 90an dulu lebih suka anak nakal dalam urusan cinta, sekarang anak-anak milenial lebih suka pada tokoh-tokoh ustad dan ustadzah kekinian yang modis, enak dipandang, mengunakan bahasa yang menurut mereka gaul, dan yang pasti adalah pintar ilmu agamanya.

Kalau dulu di era 90 an remaja akan cenderung bersikap agar terlihat nakal biar bisa menjadi sorotan lawan jenis dan disukai lawan jenis maka perilaku dan gayanya pun akan lebih nakal karena pada waktu itu cowok atau cewek nakal dianggap lebih bisa survive dan bertahan dalam kerasnya hidup itulah kenapa cowo Bad Boy lebih disukai cewe begitu pula sebaliknya.  Misal dari segi penampilan yang agak urakan, merokok, membolos sekolah, naik motor ngebut walaupun akhirnya jatuh di aspal juga tapi minimal produk zaman 90an itu dikemas seolah yang memakainya keren, so cold, dan gagah, apalagi cewek tahun 90an dengan rambut sedikit keriwil dan jaket berbahan jeans lebih menarik dan menawan hati wekaweka!

Nah sekarang, demi mendapatkan perhatian dari lawan jenis maka cowok harus berpura-pura paham tentang ilmu agama, berusaha membuat video atau konten dunia maya yang seolah-olah merekalah panutan anak zaman now itu bisa cilaka dua belas ndroong! Ditambah lagi ilmu agama yang mereka dapatkan secara instan melalui otodidak akan sangat berbahaya bagi kaum muda saat ini yang serba praktis. Itulah kenapa hijrah menjadi fenomena kaum milenial yang terbaru dengan hijrah yang mengikuti iklan-iklan produk yang berbau syar’i.

Menariknya lagi seolah tak mau kalah semua produk dan jasa mengikuti trend tersebut dengan membubuhkan kata syariah atau syar’i atau muslim seperti kost muslimah, kost syariah, distro syar’i, bank syari’ah, kerudung syar’i bisa kacau dunia kalau semua produk berlomba menjadi favorit anak milenial dengan cara seperti ini, coba saja kalau Indomie yang biasa kita makan ada embel-embel syar’i dan bungkusnya digambari dengan perempuan bercadar, atau felix xiau demi meraup keuntungan semata. Biskuit Khong Guan bergambar muslimah dan anak anaknya memakai peci ala-ala penjaga vila di puncak berkalung sorban dan lebih parahnya isinya rengginang lebih mengerikan lagi yang nggak beli produk itu di cap sebagai anti Islam? Semakin edyan meneh Rengginang dalam kemasan syar’i.. ya salaaam

Generasi 90an sangat berpengaruh demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan gayanya yang sok kuat mirip jagoan neon dan haus akan pencarian cinta sejati serta huruf N pada permen karet yang sampai sekarang entah dimana. Generasi 90an disibukan dengan menonton kartun anak-anak dengan segala dunianya tanpa harus ribut soal agama, suku, dan ras karena paling jauh mereka ribut soal siapa nama bapak teman mereka! Sampai level paling expert adalah mengejek nama ayah teman kalian yang kerjanya sebagai guru kalian. Udah itu doang kalau sore ya berangkat ngaji ke guru TPQ biar gak dimarahin orang tua.

Zaman milenial kita disibukan dengan mengaji via Quote, mereka sibuk mencari kesalahan orang lain dengan menyalahkanya seolah dia menjadi paling benar melebihi orang lain. Mainanya sudah youtube dengan ceramah ceramah ustad baru biar praktis nggak usah keluar rumah dan yang lebih parah lagi adalah, soal pemilihan kepala daerah atau presiden saja berbondong-bondong bela ulama. Anehnya walaupun sloganya adalah bela ulama atau pilih ulama atau selamatkan ulama, mereka tetap menggunakan kisah anak 90an yaitu memilih  yang lebih Bad Boy yang sudah berbungkus syariah, ya bisa kita sebut Bad Boy syariah lah. wualanjir! Istilah baru ini wekawekaweka

Semua yang dijual tidak dengan produk berlebel halal dan syar’i dianggap tidak layak untuk dibeli, itulah mengapa para politisi beramai-ramai melabali dirinya sendiri syar’i atau halal biar banyak yang milih, ada pula yang melebeli dirinya santri agar dipandang mempunyai keilmuan yang tinggi dan alim. Tapi sama saja, isinya rengginang sisa lebaran. Harus ada campur tangan generasi 90an agar kembali kita pada pemahaman bahwa politik ya politik, agama ya agama, cinta ya cinta, rengginang ya rengginang walopun bungkusnya agama tetap saja rengginang dan kita disibukan mencari huruf N pada permen karet dan bukan untuk mencaci orang lain.

generasi 90an adalah pejuang cinta sejati yang tak akan kalah oleh generasi milenial, buktinya sampai sekarang banyak kok mereka yang harusnya sudah menikah tapi malah masih terus berjuang dan belum menikah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here