Halo geng, sudah pernah dengar nama Masjid Nur Sulaiman belum? Kalau belum, kalian perlu banget baca informasi ini dan langsung cus ke sana untuk mengikuti khusyuknya sholat di masjid bersejarah tersebut. Masjid Nur Sulaiman merupakan masjid tertua di Banyumas. Masjid tersebut dibangun hampir bersamaan dengan didirikannya rumah Kabupaten dan pendopo Si Panji Banyumas, yakni tahun 1755 pada masa pemerintahan Adipati Banyumas Yoedanegara II. Lokasi masjid berada di Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Banyumas. Tepatnya di sebelah barat Alun-alun Banyumas menghadap ke Timur, jaraknya hanya 300 meter dari lokasi duplikat Pendopo Si Panji.

Dahulu, masjid Nur Sulaiman merupakan masjid agung Kabupaten dan diberi nama Masjid Agung Nur Sulaiman. Namun setelah pusat pemerintahan dipindah ke Purwokerto dan pendopo Si Panji juga turut dipindahkan, masjid tersebut berganti nama menjadi Masjid Nur Sulaiman. Masjid yang masih berdiri kokoh diatas lahan seluas 4.950 m² ini dibangun Nur Daiman Demang Gumelem I sekaligus sebagai penghulu masjid yang pertama. Beliau merupakan salah satu tokoh yang menyebarkan Islam di daerah Banyumas.

Meskipun sudah tua, masjid tersebut tetap terawat kebersihanya, sehingga membuat jamaah merasa nyaman saat beribadah. Tidak hanya itu, jamaah masjid Nur Sulaiman juga banyak. Setiap malam juga diadakan tadarus Al-Qur’an dan pada hari-hari tertentu digelar kajian ataupun pengajian untuk masyarakat umum.

Masjid Nur Sulaiman memiliki karakteristik yang khas sebagaimana masjid pada masa Islam di Jawa, yakni:

1. Atap susun 3

youtube.com

 

Majid Nur Sulaiman memiliki karakteristik atap susun tiga (meru) yang merupakan budaya asli Indonesia dan sudah digunakan pada bangunan-bangunan suci sebelum Islam masuk ke Jawa. Puncak dari atapnya berbentuk tajug berhias musataka. Tajug merupakan atap limas bujur sangkar (piramidal) dengan dasar segi empat sama-sisi dan sebuah puncak. Sedangkan bagian atap paling bawah itu disebut penitih dan bagian tengahnya disebut pananggap.

 

2. Terdapat serambi

wisatajateng.com

 

Masjid Nur Sulaiman memiliki serambi yang atapnya berbentuk joglo dan ditutup dengan seng gelombang pada bagian atas. Di serambi terdapat kelengkapan masjid berupa kentongan dan bedug. Luas serambi yakni 11 m x 22 m

2. Batur duwur

www.panoramio.com

 

Batur duwur memiliki arti batu yang tinggi. Maksudnya adalah Masjid Nur Sulaiman memiliki pondasi yang cukup tinggi, sehingga terdapat beberapa anak tangga.

3. Pintu Utama di Sebelah Selatan

www.lihat.co.id

 

Pintu utama masjid-masjid khas kerajaan Islam Jawa terletak di sebelah selatan. Sedangkan pintu keluar berada di sebelah Utara.

4. Mihrab, Mimbar, dan Maksura.

masjidnursulaima.wordpress.com

 

Ciri lain dari masjid khas kerajaan Islam Islam Jawa yakni terdapat mihrab, mimbar, dan maskura. Mihrab merupakan ruang imam dengan luas 4 x 2.2 m dan tinggi 5.9 m. Di bagian atas mihrab terdapat hiasan kerawang dan bermotif sulur-suluran. Atas ruang mihrab berbentuk susun dua.

Mimbar digunakan untuk tempat berdirinya khotib saat menyampaikan ceramah. Mimbar berada di sebelah utara ruang mihrab. Luasnya yakni 2,2 x 1,25 m dan tinggi 1,67 m. Bentuknya seperti tandu beratap yang disangga oleh empat buah tiang kayu. Sedangkan maskura merupakan tempat shalat khusus bagi penguasa tertinggi di suatu tempat. Luasnya yakni 2.3 m x 2.3 m.

5. Empat Pilar Utama (saka guru)

keinatralala.com

 

Masjid Nur Sulaiman ditopang oleh empat pilar utama atau yang biasa disebut saka guru. Pilar-pilar tersebut sangat kokoh dan artistik.

6. Duabelas Pilar Pendukung (saka pengarak)

wisatajateng.com

Selain empat pilar utama, Masjid Nur Sulaiman juga ditopang oleh duabelas pilar pendukung atau yang biasa disebut saka pengarak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here