Kampusked.com – Jakarta, Salah satu agenda prioritas pembangunan wilayah oleh Presiden Jokowi melalui Konsep Nawacita adalah pembangunan kemaritiman. Pembangunan kemaritiman tidak lagi diposisikan sebagai sektor pinggiran (peripheral sector) tetapi dipandang sebagai motor penggerak perekonomian nasional sekaligus menjadi sumber kemajuan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. Melalu Bincang Ekonomi yang dilaksanakan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bidang Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Kelompok Profesional malam tadi yang dinarasumberi oleh bapak Bimo Widhiyatmoko selaku direktur utama PT. Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia mengangkat topik tentang manajemen sumber daya manusia sebagai upaya optimalisasi ekonomi maritim. “Sudah saatnya generasi milenial sekarang kembali ke pelabuhan melihat potensi sumber daya alam yang sangat besar”. Tegas pak Bimo kepada kader-kader PMII se-Indonesia yang hadir pada malam tadi. (03/04/18)
Begitu besarnya potensi sektor maritim Indonesia, maka akan sangat disayangkan jika potensi ini tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Salah satunya adalah dengan membangun dan membenahi fungsi pelabuhan. Pelabuhan dapat menciptakan konektivitas maritim yang berfungsi sebagai alur interaksi ekonomi maupun interaksi pada bidang-bidang lainnya. “Pelabuhan yang berkualitas bukan hanya pelabuhan yang berfungsi sebagai lokasi untuk bongkar-muat barang saja, tetapi pelabuhan juga harus memiliki fungsi sebagai pusat pengolahan barang dan jasa (value added)” ujarnya lagi. Untuk mewujudkan itu dibutuhkan pemanfaatan teknologi terbaru di bidang maritim. Teknologi menjadi syarat yang harus terpenuhi untuk bisa bersaing dengan negara-negara yang sudah mengembangkan industri maritim. Singapura menjadi pemain industri maritim yang sangat tangguh di kawasan Asia-Tenggara, bahkan saat ini Port of Singapore tercatat sebagai pelabuhan yang paling efisien di dunia setelah mengalahkan China yang menempati posisi teratas sedangkan Indonesia masih pada posisi ke-20 di dunia.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah membuat masterplan yang memuat perencanaan sistematis dan target pembangunan dan pengembangan sektor maritim untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Membangun dan mengembangkan industri maritim, untuk mengembangkan sektor industri maritim pemerintah bisa memulai dari wilayah Indonesia timur, karena wilayah ini memiliki banyak potensi sumber daya alam yang berasal dari laut. “Kader PMII harus mampu mengambil peran dan posisi di berbagai sector, karena Indonesia dengan wilayah perairan yang luas, tersimpan potensi maritim yang besar”, tambah Ilhamuddin (Ketua bidang Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Kelompok Profesional PB PMII) sebagai closing statement dari diskusi malam tadi yang bertempat di Graha Mahbub Djunaidi PB PMII Hall Lt.3.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here