Home / Juguran / Aqua; Sejarah dan Eksistensinya Hingga Saat Ini
winnwtnews.com

Aqua; Sejarah dan Eksistensinya Hingga Saat Ini

Bang beli Aqua, eh dikasihnya merk lain.

Di Indonesia, orang-orang lebih mudah menyebut air mineral dengan sebutan Aqua. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari sejarah munculnya Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia. Seperti kata Bung Karno, JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Oleh karena itu, mari kita awali tulisan ini dengan menilik sejarah si bening ini-bening loh ya bukan putih.

Pada suatu hari, hiduplah seorang bernama Tirto. Dia berasal dari Wonosobo. Pada awal tahun 1970-an, Tirto bekerja di Pertamina, kemudian pada awal 1980-an bekerja sebagai pegawai Petronas. Pada suatu kesempatan, Tirto ditugasi untuk mejamu delagasi perusahaan dari Amerika Serikat. Jamuan yang bukan disuguhi jamu tersebut, mengalami sedikit kekacauan karena beberapa delegasi mengalami diare. Diduga, air yang diminum tidak bersih. Tirto yang mengetahui gaya hidup orang bule, lantas menyadari bahwa memang orang barat tidak terbiasa minum air rebusan. Mereka biasa mengonsumsi air mentah, tapi yang sudah disterilkan.

Menyadari adanya peluang bisnis dari hal tersebut, meluncurlah Tirto bersama saudaranya ke Bangkok, Thailand. Ngapain? Ya belajar cara memproses air minum dalam kemasan. Kenapa harus ke Bangkok? Bukan ke Cina sebagaimana pepatah mengatakan, Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri Cina? Hmm, negeri Cina itu cuma perumpamaan. Kamu tentu sudah tahu kan ya? Dunia ini penuh perumpamaan, umpanya aku sayang kamu, kamu gimana? Iya begitulah kurang lebihnya.

Kembali lagi ke kisah petualangan Titro dan saudaranya. Selama di Bangkok, Tirto meminta adiknya, yakni Slamet Utomo, untuk magang di Polaris. FYI, Polaris merupakan perusahaan AMDK yang telah sukses beroperasi selama 16 tahun di Thailand. Polaris umur 16 tahun pada tahun 1970-an, berarti saat ini umurnya kurang lebih 64 tahun, sudah tua. Kenapa Mas Tirto menyuruh adiknya untuk magang, bukan dirinya, aku ya tidak tahu. Di Wikipedia tidak diceritakan. Ya mungkin rahasia perusahaan. Eh, tapi mungkin karena namanya adiknya adalah Slamet Utomo, yang artinya keselamatan yang utama.

Setelah belajar di Thailand, Mas Tirto dan saudaranya kembali ke Indonesia pada tahun 1973 untuk mendirikan pabrik AMDK, bernama PT. Golden Mississippi. Sebelum bernama Aqua, produk AMDK milik Tirto bernama Puritas. Logonya juga bukan gambar gunung, melainkan gambar daun semanggi. Pergantian nama Puritas menjadi Aqua secara resmi dilakukan pada Oktober 1974. Ekhem, nah kalau aku dan kamu kapan nih secara resmi berganti menjadi kita?

Dengan merk dagang yang baru, Aqua sukses menguasai pangsa pasar AMDK di Indonesia. Kemasanya menggunakan botol kaca ukuran 950 ml. Harganya murah kok, cuma Rp. 75. Tapi kalau untuk tahun 1970-an ya mahal juga sih, bahkan hampir dua kali lipat bensin yang waktu itu harganya Rp. 46/liter.

Wadaw, kalau ada pintu doraemon, mari berbondong-bondong beli bensin ke tahun 1970-an. Supaya buat kamu mahasiswa yang pinjem motor temen bilangnya mau ke kampus sebentar, eh pulang-pulang bensinnya habis tapi nggak diganti, jadi mampu mengganti berkali-kali lipat. (Ini suara hati, bukanya pelit, tapi mohon pengertiannya)

Balik lagi ke Aqua seharga Rp. 75. Dengan harga sekian, tidak sembarangan orang bisa membeli dan mengonsumsinya. Ya kalau beli doang si mungkin bisa ya, karena kebetulan di suruh sama majikan. Tapi kalau untuk mengonsumsi, tidak sembarangan orang. Kalau aku hidup pada zaman itu ya mending duitnya buat beli bensin terus aku minum air rebusan yang direbus di tungku. Rasanya kayak ada sangit-sangitnya gitu, loh.

Jadi, Aqua merupakan merk AMDK pertama di Indonesia. So, that’s why orang-orang sangat familar menyebut semua AMDK dengan nama Aqua.

Bang beli Aqua, eh dikasihnya merk lain.

Titip Aqua satu ya, eh dibelikannya merk lain.

Sampai-sampai di kalangan mahasiswa, ketika sedang membuat list belanja snack untuk acara, masih saja ada yang menulis: Aqua dus 5 x Rp. 25.000. Padahal belinya merk lain. Ya nggak apa-apa lah ditulisnya Aqua, untuk memaksimalkan anggaran. Stttt.

Bagaimana lagi ya, yang pertama memang membekas dan paling dikenang. Hmm. Selain itu, kita patut berbangga. Hidup kita naik satu tingkat berkat AMDK. Karena dari kebiasaan minum saja kita sudah kayak orang barat, minumnya AMDK. Nggak heran, ada temanku yang katanya sakit perut kalau minumnya bukan AMDK merk Aqua. Ya, barangkali dia masih saudaranya delegasi dari Amerika Serikat tadi.

Emh, intinya, meskipun banyak orang yang salah kaprah dalam penyebutan merk AMDK, tapi hingga saat ini Aqua tetap saja eksis dan semakin eksis. Ditambah lagi dengan kemasannya yang beragam, ada yang bisa dikenyot juga. Cocok buat yang suka ngenyot, balita misalnya. Botol kenyot bekas juga bisa digunakan untuk wadah sabun lantai atau untuk menyiram tanaman. Gambar pada kemasan Aqua juga beragam, menyesuaikan momen. Kalau sedang musim sepak bola gambarnya sepak bola, kalau Ramadan ya tentang Ramadan. Kalau lagi musim kampanye ya gambarnya para calon pejabat, eh engga. Kalau itu adanya di kaos-kaos, spanduk, poster, baliho, dan media kampanye lainnya. ~Untung uangnya nggak diganti gambar calon, loh~

Sebelum kuakhiri, semoga di Ramadan kali ini dapat snack yang air minumnya Aqua. Semoga tidak ada lagi teman yang protes ketika titip Aqua dan aku benar-benar membelikannya Aqua. Satu lagi, jangan kau sebut semua merk AMDK dengan nama Aqua. Tapi kau boleh sebut semua doamu, atas nama kita. Ahai.

About April

Cuaca pasti berubah. Tapi tetaplah menjadi langit yang sama.

Check Also

Mau Kuliah di Bekasi? Berikut 7 Perguruan Tinggi yang Bisa Kamu Pilih

Tidak semua orang bisa mengenyam pendidikan tinggi. Kendalanya bermacam-macam, mulai dari tidak ada kemauan, tidak …

Daftar Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Surabaya

Siapa sih yang tidak ingin kuliah di perguruan tinggi negeri? Umumnya, perguruan tinggi negeri memang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *